oleh

Air PDAM Tak Kunjung Ngalir, Warga Rela Rogoh Kocek Untuk Laundry

5W1H, Bandar Lampung – Pelanggan PDAM Way Rilau Bandar Lampung harus rela mencuci pakaian dengan menggunakan jasa laundry.

Pasalnya, pelanggan yang terkena dampak akibat adanya perbaikan pipa FRP/Fiberglass masih belum mengalir.

“Tidak mengalir (airnya) sejak Sabtu (30/11) pagi sampai dengan hari ini,” ungkap Intan Oktaria, warga RT10/Lk. I Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, dampak yang dirasakan adalah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti menyuci dan lainnya.

“Bahkan pakaiannya rela harus menyuci dengan jasa laundry. Kan mahal laundry itu. Dibandingkan dengan sabun harga Rp5 ribu dengan harga laundry Rp55 ribu,” tuturnya.

Baca Juga  Hari Anak Nasional 2021, Wagub Chusnunia Launching Program Childern’s Day Campaign

Solusi yang dilakukan yaitu membeli air dengan tetangga atau biasanya ada bantuan air dari Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN seminggu dua kali.

“Kalau beli satu jerigen Rp2 ribu. Jadi kita sekali beli sekitar 25 jerigen setiap harinya sehingga bisa menghabiskan Rp50 ribu setiap harinya,” jelasnya.

Baca Juga  Dinas PU Akan Rehab 15 Titik Drainase Tahun 2020

Ia mengharapkan supaya kedepannya kepada PDAM agar kondisi air yang dialirkan bersih dan mengalir setiap hari ke pelanggan.  “Dan jika dijadwalkan pemeliharaan atau perbaikan ada pemberitahuan ke pelanggan,” pungkasnya.

Hal senada diutarakan Sri, pelanggan PDAM lainnya warga RT 07 Lingkungan III Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton.

“Kalau kemarin sedikit mengalir cuman dua-tiga ember, tapi kalau pagi mati total sehingga ambil air tempat tetangga,” tuturnya.

Sri mengatakan kondisi air PDAM mati total sudah 1 ½ bulan lamanya dan biasanya setiap bulan membayar iuran sebesar Rp200 ribuan.

Baca Juga  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Kemensos RI Salurkan Sembako Senilai Rp 900 Juta di Lampung

“Jam alir memang ada biasanya kalau tidak sore atau pagi hari. Kalau dulu setiap hari, tapi bulan-bulan ini tidak menentu,” keluhnya.

Menurutnya, jika air tidak mengalir maka solusinya meminta ke tetangga yang menggunakan sumur bor. “Ya harapannya inginnya lancar. Kan bayarnya setiap bulan,” tandas Sri. (SA)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed