oleh

Atasi Persoalan Banjir, Pemkot Bandar Lampung Gandeng BBWS Mesuji

5W1H, Bandar Lampung – Dalam rangka mengantisipasi banjir di musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, dengan melakukan pengerukan Kali Way Lunik, di Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, yang rawan banjir.

Camat Panjang, Bagus Harisma Bramado, menuturkan kegiatan ini berkat kesepakatan yang terjalin antara BBWS Mesuji Sekampung dengan pemda setempat untuk meminimalisir banjir di kelurahan Way Lunik.

“Jika kegiatan ini memang program dari pemkot untuk mengantisipasi banjir. Dalam hal ini pihak BBWS Mesuji membantu menyediakan satu unit eksavator dengan operatornya,” tuturnya, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga  Bantu Berbagai Perkembangan di Unila, Herman HN Dianugerahi Penghargaan

Menurutnya, alat berat dipinjamkan BBWS, sementara pemkot menyediakan bahan bakar dan armada pengangkat material sedimen yang dikeruk dari kali tersebut.

Pengerukan kali Way Lunik, sudah berjalan sejak dua hari. Dimulai dari mengangkat material sedimen sebanyak 50 truk, dengan panjang yang di sungai dikeruk sepanjang 40 meter.

Baca Juga  Bersama 67 Pejabat Fungsional, Gubernur Lampung Lantik Elvira Umihani sebagai Kadisperindag

“Pengerukan sungai ini akan dilakukan dari hulu hingga hilir, sepanjang dua kilometer dengan ke dalaman sekitar 1,5 meter,” paparnya.

Selain itu, BBWS juga sedang melakukan pengecekan lokasi bendungan di hulu. Bila lokasi sudah cocok, BBWS akan membuat dam (tanggul) untuk membendung material sedimen dari atas agar tidak terbawa ke sungai Way Lunik bersama air.

“Jadi bila dam itu dapat terealisasi, pengerukan material sedimen dapat dilakukan di hulu. Dengan kedalaman sungai dapat terjaga lebih lama. Dan  untuk memaksimalkan pengerukan ini, pihak BBWS akan meminjamkan satu unit lagi ekskavator,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Beri Pelatihan Perkoperasian, Ini Harapan Wali Kota Eva

Bram menyayangkan, banyak perusahan besar di wilayah sekitar sungai tersebut tidak peduli dengan keadaan sekitar, khusunya sangai yang kerap kali banjir.

“Saya berharap kegiatan ini dapat meminimalisir banjir yang telah puluhan tahun terjadi, akibat air sungai yang meluap saat hujan turun,” tandasnya. (SA)

(Visited 39 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed