oleh

Disperkim Bandar Lampung Minta Manajemen Citraland Hentikan Pembangunan di Kawasan Rumah Roboh

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung menghentikan pembangunan 4 unit bangunan rumah di kawasan Perumahan Citraland Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut dilakukan atas dasar telah terjadinya dua unit rumah yang roboh akibat longsor di kawasan perumahan elite tersebut.

“Jadi yang jelas saya sampaikan kepada pihak manajemen Citraland bahwa 4 bangunan yang berdekatan dengan yang rubuh itu tidak boleh dilanjutkan lagi,” terang Yustam Effendi, Kepala Disperkim Kota Bandar Lampung, Rabu (27/1/2021).

“Dan kita harap itu akan akan menjadi kawasan hijau (taman),” sambungnya.

Menurutnya, pihaknya pagi ini bersama dengan Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Kota Bandar Lampung langsung meninjau ke lokasi bersama pihak manajemen Citraland ke lokasi.

Baca Juga  Danrem 043/Gatam Sambut Kunker Pangdam II /SWJ Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum Ke Makorem 043/Gatam

“Setelah dilakukan pengecekan dan rapat, kita sampaikan dan perintahkan secara lisan dan nanti secara tertulis suratnya akan laporkan ke pak wali dan sekda,” katanya.

Pihaknya pada prinsipnya meminta kepada pihak pengembang Citraland untuk menghentikan 3 unit bangunan yang sudah ada.

“Yang rubuh kemarin kan dua unit yang sebelahnya (3 unit) kita hentikan juga. Lalu, yang¬† belakang (1 unit) masih ada mediasi dengan pemilik bangunan,” paparnya.

“Terkait masalah perizinan pembangunan itu memang sudah diproses dan sudah berjalan langsung dengan Dinas Perizinan PTSP dalam hal ini,” lanjutnya.

Baca Juga  Dugaan Pungli PKL, Inspektorat Siap Lakukan Pemeriksaan

Selanjutnya, penyebab roboh 2 unit bangunan rumah berdasarkan hasil tinjauan di lapangan bahwa betul bangunan berdiri di atas tanah urukan.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak memperbolehkan lagi ketika akan membangun lagi sehingga harus dilakukan relokasi.

“Jadi untuk di blok-blok itu (blok A9) Nomor 6, 7, dan 8 itu tidak ada kegiatan lagi,” beber Yustam.

Ia juga menyatakan bahwa tidak bisa langsung mengklaim bahwa peristiwa robohnya bangunan ini karena kelalaian atau faktor alam dikarenakan saling berkaitan.

“Kita tahu sendiri kelas Citraland sudah nasional tidak mungkin mereka membangun sembarangan. Tetapi faktor alam juga bisa menentukan,” tuturnya.

Baca Juga  Tekan Angka Kecelakaan, HK Ruas Terpeka Gelar Operasi Ngantuk Tahap II

Lanjutnya ia menjelaskan bahwa di dalam rapat tadi sudah disampaikan bahwa terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sudah mereka terima itu harus benar-benar diikuti.

Sedangkan terkait Peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), keberadaan Citraland ini berada di tiga kecamatan yaitu Tanjungkarang Pusat, Telukbetung Selatan dan Tanjungkarang Barat.

“Untuk kawasan Perumahan Citra Land ini sudah sesuai dengan RTRW kita Nomor 10 Tahun 2011 bahwa itu peruntukkannya untuk Perumahan dan Permukiman. Jadi tidak ada masalah sesuai dengan Perda RTRW,” tandasnya. (SA)

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed