oleh

Eva – Deddy Peraih Suara Terbanyak Pada Pilwakot Bandarlampung

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung, Selasa (15/12/2020), Paslon nomor 3 Pilwakot Bandarlampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah meraih suara terbanyak.

Dengan perolehan sebanyak 249.241 suara atau 57,3 persen, kemudian disusul paslon nomor urut 2 M.Yusuf Kohar -Tulus Purnomo 93.280 suara atau 21,4 persen dan paslon nomor urut 1 Rycko Menoza -Johan Sulaiman dengan perolehan 92.428 suara atau 21,3 persen.

Baca Juga  Gantikan Indra Krisna, Bambang Hermanto Resmi Jabat Kepala OJK Provinsi Lampung

Atas hasil penghitungan perolehan suara itu Eva -Deddy pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Bandarlampung, seluruh relawan dan seluruh simpatisan yang telah mendukung.

“Mudah-mudahan kami, Bunda Eva dan Pak Deddy Amarullah bisa menjalankan amanah. Dan kami berdua bersama akan memberikan yang terbaik untuk kota bandarlampung,” kata Eva, Kamis (17/12/2020).

Ia pun mengajak rival pasangan nomor 01 dan 02 untuk bersama-sama membangun Kota Bandarlampung lebih baik lagi.

Baca Juga  Komandan Yonif 7 Marinir Tinjau Latihan Prasatgas Pam Puter XXIV Wilayah Barat Tahun 2020

“Kepada pasangan nomor 01 dan 02 ayo kita sama-sama kita membangun Kota Bandarlampung, pilkada sudah selesai, kompetesi sudah selesai, ayo kita bersama-sama,” ungkap Eva

Sementara itu, Deddy amrullah juga mengucapkan terimakasih atas dukungan seluruh pihak yang telah diberikan. Menurutnya kemenangan paslon nomor urut 03 adalah kemenangan seluruh masyarakat Kota Bandarlampung.

Baca Juga  Awal Bulan September KA Kuala Stabas Mulai Uji Coba Pengoperasian, PT KAI Ajak Masyarakat Terapkan 3M

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih, ini bukan kemenangan kami, tapi kemenangan kota bandarlampung,” kata Deddy.

Diketahui, untuk penetapan terpilih kini masih harus menunggu tiga hari ke depan, apabila ada paslon yang mengajukan keberatan dan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Pihaknya juga perlu menunggu rekomendasi Bawaslu apabila adanya pembuktian terkait money politic terstruktur, sistematis dan massif. (AI)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed