oleh

Fenomena Video Porno Mirip Artis, ini Kata dr Boyke

5W1HINDONESIA.ID, Bandarlampung – Belum lama ini jagat maya Indonesia dibuat heboh sebuah video porno yang salah satu pelakunya dikatakan mirip dengan artis ibu kota, Gisel Anastasya. Tak hanya itu, selang sehari muncul video yang sama, namun kali ini netizen mengaitkannya denga Jessica Iskandar atau yang kerap di sapa jedar karena kemiripannya.

Berbagai komentar memenuhi kolom komentar di setiap kanal media online yang dengan gencar memberitakan update terbaru atas kedua video itu.

Ada yang menghujat sampai merasa terheran-heran alasan dari orang tersebut merekam hubungan intim yang seharusnya tidak dilakukan.

dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, salah satu pengamat seks kenamaan di Indonesia menjelaskan fenoma perilaku seorang pasangan yang merekam hubungan intimnya termasuk kedalam penyimpangan seks atau paraphilia jika tujuannya untuk dipertontonkan kepada khalayak umum.

“Yang menjadi masalah adalah kalau kegiatan itu menjadi konsumsi umum. Kalau misalnya mereka merekam video untuk mereka berdua saja itu masih boleh,” kata dr Boyke dilansir dari Detik.com.

“(Termasuk) paraphilia adalah suatu penyimpangan seksual kalau dia senang mempertontonkan diri berhubungan seks, lalu disebarkan, kalau dianya tahu,” lanjutnya.

Namun, jika keduanya atau salah satu dari pasangan tersebut tidak mengetahui akan kejadian perekaman tersebut, bisa jadi pelaku yang merekam memiliki kecenderungan paraphilia atau golongan voyeurism.

“Mungkin karena dia merasa dirinya cantik atau mungkin seperti exhibisionism. Misalnya si pria merasa ‘punyanya’ lebih besar dari yang lain dan ingin mempertontonkannya,” ujarnya.

Namun, dr Boyke menegaskan bahwa orang-orang yang melakukan hal tersebut memiliki gangguan kepribadian, seperti tidak bisa berkomunikasi dengan lawan jenisnya.

“Tapi yang jelas, yang melakukan hal tersebut memiliki gangguan kepribadian. Dia tidak bisa berkomunikasi dengan lawan jenisnya, dan dia hanya memiliki satu kelebihan. Misalnya payudaranya yang besar dan sebagainya, dan berusaha dipertontonkan agar orang-orang bisa mengakui eksistensinya,” jelas dr Boyke.

(Cr)

(Visited 70 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed