oleh

Kabid Tibum Sat Pol PP Bandarlampung Bantah Dugaan Pungli

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Bandar Lampung, Jan Roma, yang dituding melakukan pungutan liar (pungli) oleh pedagang kaki lima (PKL) membantah hal tersebut.

Laporan itu disampaikan seorang pedagang di Jl. Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, ketika berdialog dengan Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

Jan Roma saat dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa melakukan pungli tersebut.

“Kalau pungutan sepanjang jalan itu nggak ada. Tapi enggak, yang namanya tiap bulan itu enggak ada,selama empat tahun saya bekerja,” paparnya saat diwawancara via telepon, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, dirinya tidak pernah melakukan pungli tersebut. Bahkan, ia mempersilahkan untuk melakukan pengecekan di lapangan secara langsung di sepanjang Jl. Teuku Umar.

Baca Juga  Meriahkan Hari Pertuni ke-54, Wali Kota Beri Bantuan Uang Rp10 Juta

“Makanya saya bilang sama kawan-kawan, boleh dicek lah sepanjang Jl. Teuku Umar sampai Tugu Radin Intan, itu kan ada ratusan PKL, sore malam,” bebernya.

Namun, pihaknya mengakui pernah menerima uang tersebut, akan tetapi tidak begitu sering, hanya satu atau dua kali saja.

“Cuma sekali, kebetulan ‘pak ini pak,’ kok lanjut ceritanya panjang. Ini musibah gara-gara pedagang pernah ngasih. Ya saya lebih baik istiqfar aja,” bebernya.

Ia juga tidak merasa bahwa penerimaan itu merupakan kegiatan pungli. Dirinya menegaskan tidak ada unsur-unsur pengancaman terhadap para pedagang.

Baca Juga  Dukung Perlindungan Pekerja Migran, Pemprov Lampung Dirikan Layanan Terpadu Satu Atap dan Shelter Penginapan Calon Pekerja Migran

“Kita kan bukan pungli ya, artinya bukan maksa-maksa. Nggak ada unsur kita mau ngancam-ngancam,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Oknum anggota Satpol PP Kota Bandar Lampung dikeluhkan melakukan pungutan liar (pungli) kepada pedagang kaki lima (PKL) di depan Mie Ayam Koga, Jl. Teuku Umar, Kel. Surabaya, Kec. Kedaton, Bandar Lampung.

Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN berdialog dengan warga ketika acara Peresmian Kantor Kelurahan Surabaya, Senin (3/2/2020).

Salah seorang warga RT 11, Kelurahan Surabaya, Leha saat menyampaikan keluhannya menyatakan bahwa sebagai pedagang sempat ditarik pungli oleh petugas Satpol PP Bandar Lampung.

“Saya dagang di pinggir jalan di Jl. Teuku Umar ada pungli dimintai tiap bulan sama Pol PP,” ungkap Leha, yang berprofesi sebagai pedagang.

Baca Juga  Jalan Amblas Akibat Galian Pipa, PDAM: Menjadi Wewenang Swasta Sebagai Pelaksana

Menurutnya, pungli tersebut dilakukan oleh ketuanya yang bernama “Jon Rohman” yang setiap bulan meminta dan sudah lama berjalan.

“Mintanya setiap bulan Rp50 ribu. Alasannya karena tempat jualan saya terkena trotoar padahal kan dagangnya di pinggir toko,” paparnya.

Bahkan, Leha mengungkapkan oknum yang meminta pungli tersebut ketika meminta datang bersama dengan istrinya menggunakan mobil dinas.

“Ya kalau datang (meminta) ketika saya lagi repot (jualan). Malah sama istrinya kalau datang itu,” pungkasnya. (SA)

(Visited 53 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed