oleh

Kerangka Lampu Suar Kapal De Brow 1883 Dipindahkan ke Kantor Pemkot

5W1H, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akhirnya memindahkan kerangka lampu mercusuar kapal De Brow ke kantor Pemkot setempat, Jumat (1/11/2019) sore.

Berdasarkan pantauan, situs yang menjadi bukti tragedi meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 itu diletakan tepat di samping tiang bendera.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN langsung mengomandoi pelaksanaan pemindahan beserta para pekerja Dinas PU untuk mencabut kerangka lampu mercusuar di Jalan WR Supratman Gg. Kemas Suara RT 11 LK III, Gedung Pakuon, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Pelaksanaan pencabutan benda yang menyimpan penuh sejarah tersebut cukup dramatis lantaran para pekerja kesulitan dalam pengangkatannya.

Pasalnya, posisi lampu mercusuar diapit dinding rumah warga sebelah kanan kirinya dan posisinya tepat di belakang musala Nurul Iman, Kampung Baru, Gedung Pakuon.

Baca Juga  PDAM Way Rilau Akan Luncurkan Air Kemasan Siger Water

Setelah berupaya keras, akhirnya para pekerja berhasil mendorong objek tersebut agar tercabut dari tanah.

Sekitar 15 menit kemudian benda tersebut digulingkan dan diangkat mengunakan ekskavator. Lalu, dibawa mengunakan truk ke kantor Pemkot sekitar pukul 14.00 WIB.

“Iya tadi sudah kita angkat. Diletakan di depan kantor Wali Kota nanti kita perbaiki dan ini jadi museum,” ungkap Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung, Jumat (1/11/2019).

Menurutnya, tujuannya agar masyarakat mengingat gempa akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. “Nanti kita tulis sejarahnya. Terdampar di sana dan ditempat itu akan kita buat prasasti,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa benda bersejarah tersebut sore ini sudah ditempatkan di kantor wali kota. “Tapi nanti kita perbaiki dulu tampilannya sehingga juga menjadi daya tarik,” tandasnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Sabet Dua Penghargaan di Ajang Tribun Lampung Award 2021

Camat Telukbetung Selatan Ichwan Adji Wibowo mengungkapkan, rencana pemindahan tersebut datang langsung dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dengan menghubungi dirinya pada Senin (28/10/2019) malam.

“Ya waktu itu pak wali telepon saya, agar melacak situs peninggalan peristiwa bencana 1883 yakni letusan Gunung Krakatau,” paparnya.

Beliau memerintahkan untuk mencari titiknya dimana dan pada malam itu juga saya langsung menghubungi lurah-lurah.

“Ternyata lurah di sini tahu persis tempat dan keberadaannya,” tuturnya saat meninjau pembongkaran situs.

Kemudian, lurah melaporkan situs tersebut kepadanya dan diteruskan ke wali kota, dan pada Selasa (29/10/2019) wali kota meninjau langsung ke lokasi.

Baca Juga  Pembangunan Stadion Mini Way Dadi Masuki Tahap Akhir

Menurutnya, situs serupa yang ditemukan di Bandar Lampung tersebut adalah yang ketiga, selain di Bumi Waras yang dipindahkan ke Museum Lampung dan di Taman Dwipangga depan Mapolda Lampung yang beberapa kali mengalami pemindahan.

Sementara Wahid (75), warga RT 11/Lk. III Gedong Pakuon menuturkan  bahwa rencana pemindahan situs yang memiliki tinggi sekitar dua meter dengan berat kurang lebih satu ton tersebut pernah direncanakan Bahsan Bahyar lurah pada masa lalu. Namun, rencana tersebut tak pernah terealisasi.

“Ya pernah beberapa kali mau dipindah tapi enggak pernah berhasil,” ungkapnya di lokasi pemindahan.

“Namun sekarang akhirnya dipindah dan kami warga mendukung karena dari pada di sini rusak dan tidak terurus,” pungkasnya. (SA)

(Visited 228 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed