oleh

Ketua Tim Lampung Memantau: Kami Menemukan Ada Dugaan Indikasi Kecurangan

5W1H, Bandar Lampung – Terkait pelaksanaan rekrutmen Panwascam Kota Bandar Lampung, Tim Lampung Memantau menduga ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut diungkapkan Yan Barusal, Ketua Tim Lampung Memantau saat melaksanakan konferensi pers kepada awak media, Kamis (2/1/2020).

“Dalam proses rekrutmen tersebut, kami menemukan ada dugaan indikasi kecurangan yaitu nepotisme di dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Tahapan demi tahapan telah dilakukan oleh Bawaslu Kota Bandar Lampung mulai dari sosialisasi, pendaftaran, tes tertulis, wawancara dan berakhir pada pengumuman  tanggal 14 Desember 2019 dan pelantikan tanggal 20-21 Desember 2019.

Sedangkan, indikasi jelas bahwa salah satunya di Kecamatan Sukarame ditemukan fakta bahwa yang terpilih menjadi panwascam itu kakak kandung dari salah satu Bawaslu Provinsi Lampung.

Baca Juga  Walkot Bandar Lampung Ingatkan Masyarakat Pentingnya Vaksinasi

“Sementara dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 itu memuat bahwa tidak diperbolehkannya ada ikatan perkawinan,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa ini juga berdasarkan interpretasinya bahwa ikatan perkawinan juga memuat saudara kandung juga.

“Jadi dikhawatirkan dalam praktik kerja panwascam atau bawaslu dalam menjalankan penyelenggaraan itu juga terdapat konflik kepentingan atau konflik interes di dalamnya,” tuturnya.

Kemudian di dalam hal tersebut, pihaknya juga menemukan dugaan penyelenggara pemilu dalam melakukan seleksi tidak memenuhi asas penyelenggara.

Atau yang termaktub dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Bab II Pasal 2 & 3 Asas dan Prinsip Penyelenggaraan Pemilu memuat di dalamnya ada profesionalitas, proporsional, mandiri, dan lain-lain.

Baca Juga  KAI Divre IV Tanjungkarang: Naik KA Cukup Tunjukkan Surat Negatif Antigen

“Nah di dalamnya bisa dicek sama-sama ada 11 prinsip yang harus dijalankan oleh setiap penyelenggara pemilu,” paparnya.

Yan mengaku dalam penelusuran membentuk tim investigasi dan menemukan bukti yang kuat baik bentuknya formil ataupun materiil.

“Itu adanya kecurangan tersebut yakni ada kongkalikong di dalamnya.
Maka kami menuntut sebanyak empat tuntutan yang diajukan,” bebernya.

Keempat tuntutan tersebut yaitu pertama, meminta Bawaslu Kota Bandar Lampung menyampaikan kepada publik hasil seleksi rekrutmen baik nilai tertulis maupun mempublikasikan video wawancaranya.

Kedua, meminta Bawaslu Provinsi Lampung segera mengevaluasi dan mengambil sikap atas dugaan tersebut.

Baca Juga  Gubernur Lampung Terima Bantuan Oksigen Cair dan Usulkan Penambahan Vaksin untuk Provinsi Lampung

“Ketiga, dalam upaya mengawal kasus tersebut Lampung Memantau akan melakukan aksi unjuk rasa. Baik di Bawaslu Provinsi Lampung ataupun Bawaslu RI,” katanya.

Dan yang terakhir, pihaknya akan melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) dengan menyerahkan bukti yang ditemukan agar mendapatkan sanksi tegas dari DKPP bila terbukti.

“Harapannya, hal ini diangkat dengan tujuan agar dalam pelaksanaan penyelenggara tidak menuai konflik dan masyarakat tetap kondusif serta tetap percaya kepada lembaga negara dalam hal ini bawaslu,” pungkasnya. (SA)

(Visited 57 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed