oleh

Ketua TP PKK Inginkan Karya Juara Lomba Batik Dijadikan Seragam Dinas

5W1H, Bandar LampungKetua TP PKK Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginginkan agar juara 1, 2, dan 3 Festival Desain Motif Batik Lampung dapat diberikan apresiasi.

Salah satu bentuk apresiasi yaitu agar kreasi batik Lampung dari pemenang lomba dapat dijadikan pakaian seragam di lembaga instansi pemerintahan.

“Terutama kita PKK dan tadi bilang ke wali kota izin boleh tidak juara 1, 2, dan 3 kita ambil untuk pakaian Dekranasda, PKK, dan lainnya pakai pengrajin Bandar Lampung,” kata Eva Dwiana di sela-sela acara Gebyar Event Festival Bandar Lampung, Selasa (5/11/2019).

Pihaknya juga akan mencanangkan agar kreasi asal daerah dapat diapresiasi karena murah, meriah dan bagus kualitasnya.

Baca Juga  Konsep Baru, Deandra Batik Tulis Ciptakan Motif Komoditi Khas Provinsi Lampung

Ini juga untuk peningkatan UMKM apalagi sentra batik sudah ada di Langkapura.

“Mudah-mudahan merambah kemana-mana bukan hanya di Langkapura saja,” tuturnya.

Ia juga mengimbau ke anak-anak muda harus makin mencintai hasil daerah sendiri karena tidak kalah bagus kualitasnya.

“Dan Alhamdulillah lomba solo dangdut dan desain batik Lampung berjalan sukses hari ini,” paparnya.

Ia mengharapkan sebagai warga Lampung dan Bandar Lampung makin mencintai batik yang ada di Bandar Lampung.

Karena ternyata batik di Bandar Lampung tidak kalah hebatnya dengan yang lain.

“Mudah-mudahan anak-anak muda juga dapat termotivasi bahwa kita cinta batik di daerah kita sendiri,” ungkapnya.

Lanjut Eva mengatakan batik daerah sendiri ini sangat luar biasa apalagi di luar batik Lampung luar biasa dan sudah banyak yang mengenal.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Kabupaten Pesisir Barat Fokus  Kembangkan Potensi Perikanan dan Pariwisata

“Ciri khas kita Siger apalagi corak Lampung luar biasa. Alhamdulillah pembatik yang ada di Bandar Lampung semuanya sudah mahal,” tuturnya.

Antusias peserta luar biasa banyak juga dari luar Bandar Lampung apalagi program ini setiap tahun dilaksanakan di tempat berubah-ubah tapi nuansanya tetap di Bandar Lampung.

“Kita kemarin Dekranasda Kota Bandar Lampung juga ada event di luar negeri kita juga mengangkat nama batik Lampung dan Alhamdulilah antusiasnya luar biasa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 50 peserta mengikuti lomba membatik yang masih merupakan rangkaian Festival Bandar Lampung yang digelar di Tugu Adipura. 

Para peserta lomba membatik ini dituntut untuk menuangkan ide kreatifitas yang dituangkan kedalam kain dengan sebuah canting sehingga menciptakan sebuah design batik yang apik.

Baca Juga  Penertiban Rumah Dinas Perusahaan PT KAI Hampir Ricuh

Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu mengembangkan design batik yang ada saat ini, sehingga nantinya bisa menciptakan sebuah design baru tanpa menghilangkan identitas dari motif asli Lampung.

Andri Saprianto, salah satu juri untuk lomba membatik ini mengatakan ada 5 penilaian yang menjadi dasar dalam pemilihan pemenangnya. Kelima point tersebut yakni, keunikan design batik, kearifan lokal, cantingan, pewarnaan dan kreatifitas.

“Tapi yang kami tekankan disini adalah inovasi dari motif Lampung itu sendiri, sehingga menciptakan sebuah design ciri khas Lampung tanpa harus menghilangkan identitas aslinya,” kata Andri. (CR/SA)

(Visited 30 times, 2 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed