oleh

Komnas Perlindungan Anak Desak Polres Tapsel Ciduk Predator Seks Anak di Paluta

-HUKRIM, Nasional-923 views

5W1HIndonesia.id, Jakarta – Komnas Perlindungan Anak memberikan atensi serius terhadap kasus kejahatan seksual yang menimpa empat korban anak di bawah umur di Desa Huala Baringin, Kecamatan Dolok, Sumatera Utara.

Keempat korban anak tersebut yaitu Bunga (5), Melati (8), Mawar (4) dan Bulan (4) semua bukan nama sebenarnya yang saat ini dalam kondisi trauma berat, yang dilakukan Rahman Ritonga (35) warga Desa Huala Baringin,  Kecamatan Dolok, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mendesak segera Polres Tapanuli Selatan untuk menangkap dan menahan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Baca Juga  Selama Tahun 2020, BNNP Lampung Tegaskan Angka Kasus Peredaran Gelap Narkotika Naik

“Dengan bukti-bukti yang diserahkan keluarga dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Paluta, Kami berharap agar penyidik Polres Tapanuli Selatan dapat menggunakan sebagai bukti petunjuk untuk segera mungkin melakukan tindakan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku,” tutur Arist dalam keterangan persnya yang dirilis kepada sejumlah media dari kantornya di bilangan Jakarta Timur, Rabu (24/6/2020).

Mengingat bahwa kasus kejahatan  seksual yang diduga dilakukan Rahman Ritonga terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Baca Juga  Sukses Genjot Pendapatan Pajak, Pemkot Bandar Lampung Beri Penghargaan ke Kejari

Maka pelaku dapat dijerat dengan ketentuan pasal 81 82 dari UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor : 01 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI  Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto  dengan UU RI Nomor :  35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun bahkan dapat diancam dengan hukuman pidana seumur hidup dan atau dapat juga ditambahkan dengan hukuman tambahan berupa “Kastrasi” atau kebiri melalui suntik kimia.

Baca Juga  Kepala UPT P2TP2A Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak, Komnas Perlindungan Anak Desak Polda Lampung Jerat Pelaku

Dalam peristiwa ini Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen perlindungan anak yang diberikan tugas dan fungsi untuk melakukan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia,  percaya dan tidak ragu bahwa Kapolres Tapanuli Selatan untuk waktu yang cepat akan segera melakukan tugas dan tanggung jawabnya menindaklanjuti perkara pidana anak ini.

(Visited 38 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed