oleh

Leher Seorang Pria Meletus Lantaran Tahan Bersin dengan Tutup Hidung dan Mulut

5W1Hindonesia.id, Nasional – Seorang pria berusia 34 tahun terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran iseng menahan bersin dengan cara menutup rapat-rapat hidung dan mulut. Hal tersebut menyebabkan leher pria itu meletus karena udara bersin yang seharusnya keluar tertampung di dalam leher.

Dilansir dari Kumparan, pada studi kasus yang dipublikasi di BMJ pria tersebut dilarikan ke UGD karena ‘gagal bersin’. Meski terdengar tidak terlalu berbahaya, pria itu merasa kesakitan saat menelan hingga mengalami perubahan suara.

Fenomena ini dikenal sebagai tanda Hamman, suara patah yang muncul ketika jantung berdetak pada jaringan yang terisi udara. Dokter memerintahkan untuk melakukan pemindaian jaringan leher dan dadanya.

Baca Juga  Cara Mendapatkan Bayi Kembar

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa leher hingga tulang rusuknya mengeluarkan suara letupan dan berderak. Itu menandakan bahwa terdapat gelembung udara beserta tiga keping sereal Kellog’s Rice di dalam jaringan dalam dan ototnya.

Saat dilakukan pemindaian, ditemukan masalah utamanya akibat dari menahan bersin, yaitu pria tersebut telah mematahkan leher bagian belakangnya. Patah leher ini biasanya terjadi akibat trauma benda tumpul, muntah yang terlalu banyak dan batuk berat.

Hal itu dapat menyebabkan udara bocor ke daerah retropharyngeal, seperti yang ada pada gambar. Kebocoran udara tersebut dapat menyebabkan nyeri dan kehilangan suara. Jadi bisa disimpulkan bahwa menahan bersin dengan menutup mulut dan hidung sama bahaya dengan ketiga hal tersebut.

Baca Juga  Sertifikasi Usaha Pariwisata Menjamin Mutu Layanan Usaha Pariwisata

Beruntungnya pria itu dapat sembuh dengan diberi selang makanan dan antibiotik intravena sebagai tindakan pencegahan dan kemudian dipulangkan. Tetapi sebelumnya dia disarankan untuk menghindari adanya halangan kedua lubang hidungnya saat bersin.

Sebelumnya juga santer terdengar mitos jika mencoba bersin dengan mata terbuka maka bola mata akan keluar dari tempatnya. Namun itu hanyalah sebuah mitos belaka, karena ruang udara di hidung dan tenggorokan tidak terhubung dengan apa pun di belakang mata. Artinya, bersin tidak mungkin menciptakan tekanan yang akan mendorong bola mata sehingga ia harus keluar dari tempatnya.

Di kala pandemi saat ini memang diperlukan menutup hidung dan mulut ketika bersin, tetapi gunakanlah cara-cara yang baik agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Berikut adab bersin ketika masa pandemi COVID-19 berdasarkan laman resmi Kementerian

Baca Juga  Ikut Andil Stranas PK, BSN Lakukan Upaya Ini

Kesehatan:

1. Tutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin dengan tisu atau lengan baju dalam. Hal ini agar virus tidak menyebar ke udara dan menular ke orang lain.
2. Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah.
3. Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol setelah bersin.
4. Gunakan masker dengan benar.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed