oleh

Oknum Marbot Masjid Dijatuhi Vonis Tujuh Tahun Penjara

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Heri Candra (32) warga Jalan Ahmad Yani, Lingkungan 2, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandarlampung dijatuhi vonis tujuh tahun dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan akibat kasus percobaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Hal tersebut terungkap dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas IA Bandar Lampung yang dipimpin Majelis Hakim Ketua, Surono.

Ia menyatakan bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 76 E Juncto Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang–Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga  Rumah Terbakar di Jl. Jendral Suprapto Ditaksir Mengalami Kerugian Rp150 Juta

“Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Heri Candra selama 7 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan,” putusnya, Kamis (16/7/2020).

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yessie Indra Anggun Dwi Putri, yang menuntut selama 10 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca Juga  Korban Hanyut di Dekat Supermarket Indo Grosir Ditemukan Meninggal Dunia

Pelaku tak lain adalah pria yang berkerja sebagai penjaga masjid atau marbot di Masjid Taqwa Bhayangkara Polresta Bandar Lampung.

Perbuatan terdakwa ini bermula pada Desember 2019 saat korban berinisial MAH bersama dengan teman-temannya bermain di lingkungan Masjid Taqwa Bhayangkara Polresta Bandar Lampung. Lalu korban MAH ingin buang air kecil ke toilet di masjid.

“Pada saat di toilet anak bertemu dengan terdakwa Heri Candra yang merupakan penjaga masjid (marbot) di Masjid Taqwa Bhayangkara. Kemudian terdakwa bertanya kepada korban ‘mau kemana?’ lalu korban menjawab ‘mau pipis’,” beber Jaksa Yessie menirukan percakapan terdakwa dan korban.

Baca Juga  Wajib Coba! KOPI Rempah Lampung Barat

Kemudian terdakwa bertanya lagi ‘kamu sudah sunat belum?’ lalu anak menjawab ‘sudah om’. Setelah itu korban diajak ke dalam toilet lalu anak disuruh buka celana, lalu terdakwa memegang kemaluan korban sembari mengelus-ngelusnya.

(Visited 29 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed