oleh

Pelaku Pembantaian Kucing Ditolak RSJD, Ini Alasannya!

5W1H, Pesawaran – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Lampung melakukan penolakan terhadap Muhammad Jaelani (31) atau yang kerap dikenal sebagai Lani, terduga pembantaian kucing di Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran, Kamis (5/12/2019).

Alasannya, karena tidak adanya dokter spesialis yang berjaga untuk melakukan penanganan terhadap pasien tersebut.

Hal tersebut terungkap saat tim dari Cat Rescue Lampung (CRL) mengantarkannya untuk mendapatkan penangan medis terkait dengan gangguan kejiwaanya.

Koordinator lapangan CRL, Denny beserta tim, menuturkan pihaknya ditolak dengan alasan tidak adanya dokter spesialis yang berjaga untuk menangani Lani pada hari itu dan waktunya yang sudah terlalu sore.

Baca Juga  IIB Darmajaya dan RM Sambel Alu - Roti Keset Anget Bagikan Kado Ramadan untuk Jurnalis Kemanusiaan Lampung

“Ya tidak bisa diterima karena dokter spesialis yang jaga tidak ada dan kesorean waktu mengantarnya. Begitu informasi yang kita terima,” ungkapnya.

Sementara, Humas RSJD Lampung, David menerangkan bahwa, seharusnya terduga masih bisa diterima oleh pihak RSJD Lampung jika dalam kondisi mendesak.

“Kalau alasannya dokternya pulang gak mungkin, karena dokter UGD selalu ada. Kalau ke UGD itu 24 jam kita buka, pasti dilayani,” ucapnya.

David menjelaskan, ada beberapa syarat administratif yang harus dipertanggungjawabkan atas terduga yang akan menjalani pengobatan di RSJD Lampung.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Akan Segera Lakukan Penataan Kawasan Pesisir

“Yang pertama itu harus ada BPJS baik itu yang dibiayai pemerintah maupun pribadi. BPJS ini bisa menyusul dalam tempo 3×24 jam atau tiga hari dan selama menunggu BPJS tetap harus ada yang bertanggung jawab,” terangnya.

Lebih lanjut, David mengatakan status BPJS gugur jika dalam tempo tiga hari bukti kepemilikan kartu tidak bisa ditunjukan dan pasien akan menjadi pasien umum.

“Intinya harus ada yang bertanggung jawab. Karena ini kan menyangkut dengan pembayaran nantinya, supaya kita pas diaudit bisa menjelaskan,” pungkasnya.

Informasi terkahir yang didapat oleh redaksi, Lani saat ini tengah mendapatkan penangan oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga  10 Penulis Inisiasi Buku Kumpulan Surat untuk Penyintas Bencana berjudul Aku Ada Untukmu

Setelah melakukan serangkaian pengecekan terkait dengan kejiwaannya, Lani dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan. Ia pun diberikan obat penenang agar bisa lebih terkendali dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Terkait dengan BPJS, Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran tengah mengurus untuk penerbitan kartu jaminan kesehatan itu. Sehingga, Lani bisa menjalani pengobatan lebih lanjut di RSJD dengan menggunakan BPJS yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah. (SA)

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed