oleh

Sejumlah Daerah Terapkan Sistem Pembagian Daging Kurban Tanpa Plastik

5W1H, Bandar Lampung – Penggunaan besek untuk pembagian daging kurban pada hari raya Idul Adha 1440 H mulai di terapkan di beberapa daerah. Salah satunya adalah Masjid Baitun Nur di Jl. Moh. Nur II,Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu.

Penggunaan besek di Masjid Baitun Nur baru dilakukan pada tahu ini. Karena, selain bisa mengurangi kerusakan lingkungan dari banyaknya penggunaan pelastik, besek juga di klaim lebih sehat dan higienis.

“Penggunaan besek untuk pembagian daging ini memang baru dilakukan pada tahun ini. Mungkin untuk kedepannya akan dilakukan hal serupa karena banyak donatur dan pengurus masjid juga menyarankan penggunaan besek karena lebih sehat dan higienis,” kata H. Alwan Muchlis selaku Ketua Panitia Kurban di Masjid Baitun Nur.

Baca Juga  Resmikan Aamira Cakes, Herman HN: Ini Perlu Kita Dorong Untuk Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi

Ia pun mengatakan, pihaknya telah menyediakan 350 besek yang nantinya akan dibagikan kepada 400 kk selingkungan yaitu Rt 08, Rt 07, Rt 06 dan Rt 04.

“Memang kita masih kekurangan ya untuk beseknya, tapi akan kita tambahkan menggunakan kantung plastik, tapi bukan plastik hitam,” Imbuhnya.

Baca Juga  Partai Gerindra Siap Solid Bergerak Menangkan Anna-Fritz di Pilkada 2020

Berbeda dengan di Lampung, di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memanfaatkan sisa-sisa sampah organik dari hasil panen pisang karena di Bringinan banyak sekali ditumbuhi pisang.

Sumber: Jatimnet.com
Sumber: Jatimnet.com

Hal tersebut dilakukan oleh warga Desa Bringinan lantaran harga besek yang naik hingga dua kali lipat dari harga biasanya.

Dilansir dari Detik.com, harga besek naik dari yang semula Rp. 1.500 menjadi Rp. 3000 – 4.000,- rupiah.

“Temanya kali ini Bringinan Non Plastik. Jadi semua pakai encek. Ada juga yang pakai daun jati dan pisang,” tutur Kepala Desa Bringinan, Barno.

Baca Juga  Sukses Genjot Pendapatan Pajak, Pemkot Bandar Lampung Beri Penghargaan ke Kejari

Encek merupakan wadah yang terbuat dari batang pisang berbentuk persegi dengan ditusuk menggunakan bambu.

Meski baru tahun ini dilakukan pembagian daging kurban dengan Encek, Barno setuju dengan peralihan penggunaan plastik menjadi Encek. Selain dilihat dari sisi ekonomis yang nol rupiah, penggunaan encek bisa menekan pengrusakan lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik.

“Ini nol Rupiah, memanfaatkan tanaman yang ada,” pungkasnya. (CR/SA)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed