oleh

Terkendala Akses dan Aset,Revitalisasi Terminal Rajabasa Masih Tahap Pengkajian di 2020

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Rencana revitalisasi Terminal Type A Rajabasa Bandarlampung yang akan dilaksanakan di tahun 2020 ini belum dapat terealisasi.

Pasalnya, rencana tersebut masih dalam tahap kajian kembali karena masih terkendala terkait dengan masalah akses dan aset.

“Ya kita sudah melakukan pertemuan dengan gubernur dan wali kota. Namun untuk tahun ini kemungkinan rencana revitalisasi Terminal Rajabasa masih dalam tahap kajian lagi mengingat terkendala masalah akses dan aset,” terang Denny Wijdan, Kepala Terminal Type A Rajabasa, Bandarlampung, Jumat (7/2/2020).

Ia menerangkan bahwa untuk revitalisasi saat ini masih membutuhkan kajian yang lebih mengingat akses masuk Terminal Rajabasa juga sudah tidak memungkinkan sehingga bus-bus dari arah Utara menuju Selatan sudah tidak lagi singgah ke terminal.

“Ditambah lagi juga memang adanya infrastruktur baru. Itulah makanya saat ini mungkin dikaji ulang lagi, apakah revitalisasi itu akan dilanjutkan tahun depan atau tahun berikutnya kita belum tahu,” paparnya.

Baca Juga  Pembatalan Operasional Semua KA Penumpang Diperpanjang Mulai 1-31 Agustus

Jika bicara aset lahan itu memang saat ini kondisi Terminal Rajabasa posisinya berada di belakang lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

“Sedangkan kemarin keinginan kita untuk membangun Terminal Rajabasa yang modern dan bertaraf internasional maka harus intergrasi baik itu Terminal A dan Terminal C,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa pihak Pemkot sendiri kemarin memberikan tambahan lahan hanya seluas 7000 meter.

“Ya itulah masih tahap kajian apakah aset tersebut cukup untuk membangun terminal yang benar-benar modern, nyaman dan luas,” bebernya.

Menurutnya, gedung terminal ini dikonsepkan bukan hanya semata-mata terminal. Namun di situ ada pusat bisnis dan lainnya.

Baca Juga  Menengok Fakta Sebenarnya di Kuala Dua Belas, Desa yang Viral Akibat Sterofoam

“Pertanyaannya? Apakah dengan luasan yang ada yaitu 4 hektare ditambah 7000 meter menjadi hampir 5 hektare itu memadai sehingga saat ini masih dalam tahap kajian,” paparnya.

Lanjut Denny mengatakan bahwa walaupun revitalisasi belum terealisasi akan tetapi pihaknya tetap melakukan rehabilitasi perawatan gedung yang ada dalam rangka meningkatkan pelayanan penggunaan jasa terminal.

“Jadi kita hanya melakukan rehab-rehab kecil seperti pengecetan, penggantian atap, pengaspalan jalan supaya mobil tidak terganggu lalu lintasnya,” katanya.

“Yang jelas dari pusat kita tetap melakukan rehab guna menjaga kenyamanan penumpang namun bukan yang besar tapi kecil,” pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Bandarlampung Herman HN berencana akan menghibahkan lahan seluas 7000 meter persegi guna menunjang pembangunan Terminal Rajabasa menjadi terminal modern.

Herman HN mengatakan, untuk pembangunan terminal Rajabasa sendiri sudah di anggarkan Rp25 miliar oleh pusat.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dukung dan Beri Apresiasi Pencanangan Zona Intergritas Wilayah Bebas Korupsi yang Digelar BBPOM

Sementara pihaknya diminta untuk membantu perluasan dalam pembangunan tersebut.

“Jadi pusat meminta bantuan untuk perluasan terminal nasional jadi terminal modern. Kita kasih 7000 meter persegi dan dua jalur dari Jl. ZA Pagar Alam ditimbun menjadi dua jalur,” katanya dalam acara Peresmian Kantor Kecamatan Rajabasa, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, Pemkot Bandarlampung memberikan usulan terkait dengan penertiban terminal bayangan yang ada di bundaran Raden Intan Hajimena dan truk dengan muatan berlebih agar dibatasi.

“Ya itu kemarin sudah saya usulkan penertiban kepada Dirjen Perhubungan Darat dan untuk truk dengan muatan berlebih sendiri mulai Februari sudah tidak diperbolehkan lagi menyebrang,” pungkasnya. (SA/CR)

(Visited 118 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed