oleh

Terungkap Restoran Cepat Saji Nunggak Pembayaran Air PDAM, Wali Kota Herman HN Gusar

5W1H, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sempat gusar ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor PDAM Way Rilau, Rabu (11/12/2019).

Pasalnya, dalam sidak tersebut terungkap bahwa restoran cepat saji, Geprek Bensu, menunggak pembayaran air bersih selama 28 bulan.

Berdasarkan pantauan, terdapat beberapa angka yang disampaikan pihak PDAM Way Rilau kepada Walikota Bandar Lampung, Herman HN.

Dalam kurun waktu 28 bulan nunggak, terungkap tagihan mencapai sekitar Rp17,5 juta dengan volume pemakaian air rata-rata 2,5 kubik per harinya.

“Ini kenapa nggak nagih-nagih, kan sudah dipasang meteran. Sampai dua tahun nggak ditagih, kenapa? Ini bukan salah dia, salah sini yang nggak nagih,” tutur Herman.

Baca Juga  Pengukuhan 5 Bunda PAUD Kabupaten/Kota 2021-2024, Bunda Riana Ajak Wujudkan Pendidikan Anak Berkualitas dengan Layanan Menyeluruh dan Terpadu

Tidak satupun karyawan memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan berulang kali oleh wali kota dua periode di Kota Tapis Berseri itu.

“Itu baru satu, mungkin banyak yang masang-masang nggak ditagih juga. Roboh kantor ini,” sambung Herman.

Di Kota Bandar Lampung sendiri terdapat 42 ribu sambungan air bersih. PDAM Way Rilau mengklaim 80 Persen dari jumlah tersebut rutin dalam penagihan.

“Kan dipasang meteran itu, kenapa dibiarin aja? Kenapa? Bangkrut perusahaan ini. Ini uang daerah, uang rakyat ini,” tandas Herman HN sambil meninggalkan ruang pelayanan PDAM Way Rilau.

Dimintai keterangan terkait penunggakan tersebut, Kabag Humas PDAM Way Rilau, Agung Purnama, enggan berkomentar.

Baca Juga  Polda Lampung Luncurkan ETLE, Ada di Sebanyak Lima Titik

“Bagian tunggakan, kita nggak bisa terangkan,” ucapnya.

Sementara, Kasubag Penagihan Way Rilau, Puji Hartono, sempat membantah tunggakan restoran cepat saji Geprek Bensu yang menunggak dua tahun dengan dalih pelanggan baru.

“Saya sendiri kurang paham, tapi kan memang pelanggan baru, kita juga nggak tahu kalau memang nunggak sudah banyak. Berapa bulan gitu,” terangnya kepada awak media.

Saat dikonfirmasi terkait data yang disampaikan wali kota, Ia menjelaskan tunggakan hanya Rp1.280.000 saja.

Akan tetapi angka yang disampaikan terbilang jauh dari angka dipaparkan kepada wali kota sebelumnya.

“Bukan salah ngomong itu. Nunggak Rp1.280.000,-. Kalau tagihannya ada, kita beri terus cuma belum bayar. Nggak salah juga, benar seperti itu. Saya kurang paham juga,” terangnya.

Baca Juga  Pemuda Ngambur Pesisir Barat Bagikan Sembako untuk Lansia dan Masyarakat Prasejahtera

Ditanya kenapa tidak dilakukan pemutusan sambungan air? Ia pun  tidak dapat menjelaskan.

Akan tetapi sesuai aturan yang berlaku seharusnya telah dicabut.

Aturan ini telah diterapkan sejak lama terhadap masyarakat, dimana setelah pelanggan menunggak selama tiga bulan diberikan surat peringatan.

Selanjutnya diberi tempo waktu sepuluh hari bagi pelanggan agar dapat melakukan pembayaran. Jika diabaikan pelanggan, PDAM Way Rilau melakukan pemutusan sambungan air kepada pelanggan.

“Nggak, masalah sesuai aturan seharusnya sudah dicabut. Kalau saya kan penagihan rekening. Kita juga sudah surati,” pungkasnya. (SA)

(Visited 19 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed