5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah kota Bandar Lampung menggelar lomba pidato bahasa Lampung di Aula Semergou pada, Jumat (8/9) yang di ikuti oleh siswa dan siswi dari tingkat SD hingga SMP.
Selain lomba pidato dalam bahasa Lampung, terdapat dua lomba lainnya yakni lomba membaca puisi dan bercerita. Secara keseluruhan terdapat 50 siswa yang mengikuti kegiatan ini. Adapun 50 siswa tersebut terdiri dari lomba puisi 20 siswa SD se-Bandar Lampung, lomba bercerita 20 siswa dan pidato bahasa Lampung 10 siswa tingkat SMP.
Kepala Dinas Perpustakaan kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk melestarikan budaya Lampung serta menimbulkan rasa percaya siswa dan siswa untuk tampil dihadapan publik.
Selain itu, kegiatan ini juga memicu anak untuk membiasakan membaca dan menulis sehingga meningkatkan literasi anak sejak usia dini.
“Ini juga merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi anak sekaligus melestarikan budaya bahasa Lampung itu sendiri,” katanya.
“Lomba pidato bahasa Lampung ini juga sekaligus menjaga juga melestarikan budaya Lampung agar tetap eksis. Apalagi saat ini di tingkat sekolah dasar sudah mulai masuk sebagai muatan lokal,” tambahnya.
Walikota Eva Dwiana yang hadir membuka kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi dalam melestarikan bahasa Lampung, Eva Dwiana berharap seluruh warga di Bandar Lampung bisa mengerti sebagai bentuk penghargaan kepada budaya daerah.
“Harapan bunda semua anak-anak di Bandar Lampung bisa mengerti bahasa Lampung dan Aksara Lampung. Karena kan kalau nanti ada tamu-tamu dari luar dan bisa mengerti bahasa daerah kita itu kan bisa menjadi suatu penghargaan bagi daerah,” katanya.
Ia pun mengajak kepada siapapun yang sudah mengerti bahasa Lampung dan aksara lampung untuk saling membimbing agar kebudayaan daerah tetap lestari.
“Dan untuk yang sudah bisa bahasa Lampung, tolong juga ajak teman-teman yang lain. Begitu juga aksara Lampung agar budaya daerah ini bisa dimengerti oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya











