Bandar LampungLampung

Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung Apresiasi Bakti Sosial oleh FSBKU Pada Peringatan May Day

×

Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung Apresiasi Bakti Sosial oleh FSBKU Pada Peringatan May Day

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, Mayangsuri Djausal meninjau kegiatan sunatan massal yang digelar oleh FSBKU dalam peringatan May Day || Foto: 5W1HINDONESIA.ID
Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, Mayangsuri Djausal meninjau kegiatan sunatan massal yang digelar oleh FSBKU dalam peringatan May Day || Foto: 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Peringatan hari buruh atau yang dikenal sebagai May Day identik dengan turunnya serikat pekerja ke jalan untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) yang lebih memilih untuk melakukan aksi bakti sosial di kampung Batu Serampok, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang pada, Kamis (1/5/2025).

Bakti sosial tersebut berupa sunatan massal dan cek kesehatan gratis untuk warga kampung Batu Serampok. Selain itu, FSBKU juga memberikan sovenir berupa peralatan solat dan snack untuk anak yang telah melaksanakan sunatan massal.

Mengetahui hal itu, Anggota komisi IV DPRD kota Bandar Lampung, Mayangsuri Djausal mengapresiasi niat baik tersebut. Terlebih, bakti sosial ini ditujukan untuk ibu dan anak.

Ses Mayang, panggilan akrab Mayangsuri Djausal mengatakan, yang dilakukan oleh FSBKU hari merupakan kontribusi nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Dalam lawatan singkatnya, ses Mayang menyempatkan diri untuk bertemu anak-anak yang sedang merintih kesakitan saat proses sunat massal.

“Ini adalah aksi sosial yang luar biasa, berbeda dari peringatan Hari Buruh yang biasanya diisi dengan demonstrasi. Kali ini, mereka memilih untuk melakukan kegiatan sosial yang berdampak positif,” ujarnya.

Ia berharap, apa yang dilakukan oleh FSBKU pada peringatan May Day 2025 ini bisa menjadi contoh bagi organisasi buruh lain di masa yang akan datang.

“Demonstrasi tetap boleh dilakukan, tetapi jika aksi sosial seperti ini semakin banyak, maka lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Dengan adanya pendekatan berbeda dalam peringatan Hari Buruh, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh positif bagi aksi buruh di tahun-tahun mendatang.