oleh

Bakso Sony – Pemkot Belum Temukan Kesepatakan, ini Penyebabnya

5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Drama Bakso Sony VS Pemkot masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya Bakso Sony CS menyambangi kantor sekretariak kepresidenan (KSP) untuk mengadukan perihal penutupan gerai baksonya, pada Senin (27/9) PH Bakso Sony yang diketuai oleh Dedy Setiadi menyambangi pemkot Bandar Lampung.

Audiensi antara pemkot Bandar Lampung dan Bakso Sony CS berlangsung alot. Hal itu terlihat saat kedua belah pihak memberikan statment belum menemukan titik terang.

“Belum, yang pasti besok kita akan berikan informasinya,” kata M. Umar selaku ketua tim TP4D pada Senin lalu.

Baca Juga  Jemaah Masjid Ad-Du'a Galang Dana untuk Palestina

Senada dengan Umar, Dedy Setiadi mengatakan pihaknya akan kembali ke pemkot pada Selasa mendatang.

“Besok kita akan ke pemkot lagi, jam 10. Kita akan segera buka gerai baksonya,” ujar Dedy.

Namun, saat diklarifikasi pada Rabu 29 September pihak bakso sony belum bisa datang sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Alasanya, ia masih berkoordinasi dengan Management Bakso Sony.

“Kayanya ga jadi kita masih diskusi,” singkat Dedy saat dihubungi melalui aplikasi whatsapp.

Lalu, apa yang membuat kesepakatan keduanya belum tercapai hingga saat ini? Padahal, keduanya pun sama-sama menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dalam bidang investasi di kota Bandar Lampung.

Baca Juga  Ditresnarkoba Polda Lampung Amankan Residivis Tindak Pidana Narkotika

M. Umar menjelaskan, hingga pertemuan terakhir Bakso Sony CS masih enggan untuk menghilangkan Cash Register miliknya dan ingin menggunakan dual Cash Register baik itu Tapping Box dan Cash Register milik Bakso Sony.

Hal itu dikarenakan penjualan oleh-oleh yang juga dilakukan oleh Bakso Sony di gerainya tidak masuk ke dalam tapping box.

“Yang dikemasan itu memang tidak masuk (tapping box). Nah itulah yang saat ini sedang dibahas seperti apa metodenya itu. Kira-kira tinggal itu,” terang Umar.

“Apakah diakomodir dengan satu register, cukup dengan satu register. Atau ada dua, disekat. Kalau disekat berarti yang oleh-oleh itu sebelah, berarti disitu kita enggak campur tangan,” timpalnya.

Baca Juga  Hari Ini, 69.298 Pekerja di Bandarlampung Terima Program Bantuan Rp 600 Ribu

Jika metode penerapan register tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak, maka permasalahan Bakso Sony selsai dan bisa kembali membuka gerainya.

Terkai dengan pajak, Umar mengatakan Bakso Sony CS harus tetap membayarkan kewajibannya. Untuk hasilnya, hingga saat ini masih menunggu hasil audit dari BPPRD.

“Kewajiban membayar pajak tetap. Tinggal menunggu hasil audit dari BPPRD,” tukasnya.

 

 

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed