Pedagang Sate Madura Kholil sudah bertahun-tahun menyewa teras sebuah warung dengan biaya 200rb per bulan. Biasanya bahan baku daging sate kambing dibeli di Pasar Gintung sebanyak 1 kg hingga 1,5 kg.
Bahan baku Sop tulang Kambing sebanyak 3 kg – 4 kg. Namun saat Pandemi Covid 19 sering tak habis sehingga harus membawa pulang kembali bahan baku.
Sedangkan Kholilik (57) mengaku semenjak Corona ini pendapatan sangat minim. Dalam sehari rata-rata hanya dua kali tarikan. Upah yang didapat sekitar Rp20 ribu.
Sedangkan kebutuhan rutin tak bisa dihindari. Untuk kontrak tempat tinggal sudah Rp300 ribu belum lagi kebutuhan makan, listrik dan lainnya.
Rasa haru menerima bantuan sate disampaikan Suharja (89). Saat ini Ia masih terus mengayuh becak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan kondisi gigi yang sudah tanggal, Ia akan menumbuk sate terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
“Terimakasih satenya, semoga pada berkah, Allah SWT yang bales kebaikan kalian ya, Iya nanti ditumbuk dulu baru dimakan,” ucapnya sembari berkaca-kaca. (Rls/SA)






