LampungPemerintahanTanggamus

Bersama Mentan dan Mendag RI, Gubernur Lampung Lakukan Gerakan Tanam Kedelai di Kecamatan Bulok Tanggamus

×

Bersama Mentan dan Mendag RI, Gubernur Lampung Lakukan Gerakan Tanam Kedelai di Kecamatan Bulok Tanggamus

Sebarkan artikel ini
Suasana acara Gerakan Tanam Kedelai di Pekon Banjarmasin, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Suasana acara Gerakan Tanam Kedelai di Pekon Banjarmasin, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus || Foto: Adpim Pemprov Lampung

Gubernur Arinal berpendapat peningkatan produksi kawasan kedelai Tahun Anggaran 2023 dapat terealisasi apabila seluruh faktor kunci dan pendukung peningkatan produksi dapat dipenuhi seperti fasilitasi pemerintah dalam penyediaan bantuan sarana produksi, penetapan kebijakan harga pembelian kedelai petani dan jaminan pasar dengan harga yang kompetitif serta ketersediaan benih kedelai bersertifikat memenuhi 6 tepat (tepat varietas, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat harga).

Dengan adanya bantuan benih dan saprodi tersebut, Gubernur Arinal berharap dapat meningkatkan minat petani khususnya petani di Kabupaten Tanggamus guna mengembangkan budidaya kedelai.

“Karena Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi untuk pengembangan komoditi kedelai,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Lampung harus menjadi contoh bagi Provinsi lain sebagai daerah lokomotif pangan di Indonesia.

Ia melanjutkan bahwa Lampung harus bisa menyatukan seluruh unsur didalamnya baik dari tingkat terendah Kepala Desa, Camat, Bupati hingga Gubernur dalam menghadapi tantangan krisis pangan global.

“Dunia akan kehilangan produktivitasnya 30%,  ini kata lembaga internasional termasuk kedelai,” tandasnya.

Menteri Syahrul mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menyiapkan 10 ribu hektare lahan untuk penanaman kedelai di Provinsi Lampung.

Ia menekankan bahwa gerakan tanam kedelai harus terus digairahkan kembali sehingga ketersediaan kedelai melimpah dan harganya menjadi murah serta berdampak dalam menekan impor kedelai dari luar negeri.

Mentri Syahrul juga berharap ke depan petani kedelai dan penduduk desa juga dapat mandiri dalam mengolah kedelai menjadi produk jadi seperti tempe, tahun maupun kecap.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Bupati Tanggamus Dewi Handayani dan Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *