Sementara itu, Ahmad Sawaluddin Referee dalam kejuaraan tersebut membenarkan, bahwa pelaksanaan Kejuaran Renang Antar Pelajar dan Antar Perkumpulan se-Sumatera Walikota Cup I 2023 berstandar Internasional.
“Iya benar, kita menggunakan aturan Internasional dengan aturan World Aquatics, baik dalam penyelenggaraan, jumlah official, dan lainnya semuanya berpatokan kepada World Aquatic sebagai induk organisasi renang sedunia,” jelasnya.
Disinggung, apakah Kolam Renang yang digunakan dalam kejuaraan ini sudah memenuhi aturan internasional, Ahmad Sawaluddin mengamini hal tersebut.
“Iya sudah memenuhi standar, dalam artian jarak 50 meter, 8 lintasan yang bisa digunakan,” katanya.
“Dan panitia juga sudah mendatangkan elektronik timing untuk efisiensi dan keadilan saat kejuaraan berlangsung. Jadi memang benar-benar disiapkan semuanya, lebih jujur. Kalaupun nanti ada selisih ataupun apapun akan muncul secara otomatis dan terlihat secara jelas. Insyaallah tidak akan ada kecurangan,” tutupnya.
Perlu diketahui, Kejuaraan renang kali ini sedikit berbeda, karena digagas oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bandar Lampung, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, bekerjasama dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bandar Lampung.
SMSI dan PFI ingin turut serta memeriahkan hari jadi Kota Bandar Lampung sekaligus berpartisipasi dalam pembinaan generasi muda, terutama di bidang olahraga renang. (Rls/SA)











