Bandar LampungLampungPemerintahan

Buka Festival Krakatau XXXV, Gubernur Lampung: Dorong Pariwisata Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

×

Buka Festival Krakatau XXXV, Gubernur Lampung: Dorong Pariwisata Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Festival Krakatau tidak berhenti sebagai ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang ke Lampung.

“Keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang datang, tapi juga berapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Gubernur Mirza saat membuka Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).

Festival Krakatau XXXV resmi dibuka oleh Gubernur Mirza setelah rangkaian kegiatan festival berlangsung sejak 25 Agustus 2026. Festival yang dipusatkan di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, tersebut menjadi ruang promosi pariwisata, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif Lampung.

Gubernur Mirza menuturkan, Festival Krakatau telah menjadi bagian dari perjalanan Provinsi Lampung selama 35 tahun. Konsistensi penyelenggaraan tersebut membuat festival ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari identitas daerah.

“Festival Krakatau telah menemani perjalanan Provinsi Lampung selama 35 tahun. 35 tahun tentunya bukan waktu yang singkat. Artinya, Festival Krakatau sudah menjadi bagian dari identitas Provinsi Lampung,” ucap Gubernur.

Menurut Gubernur, keberadaan Festival Krakatau juga tidak dapat dilepaskan dari potensi alam dan budaya Lampung. Provinsi Lampung memiliki gunung, laut, pantai, hutan, serta masyarakat yang hidup dalam keberagaman, kerukunan, dan kedamaian.

Dalam konteks tersebut, Krakatau dipandang sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan masyarakat Lampung. Nilai tersebut kemudian diangkat menjadi citra yang ingin ditampilkan melalui Festival Krakatau kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

Gubernur Mirza berharap Festival Krakatau dapat menjadi pintu bagi dunia untuk mengenal Lampung lebih dekat. Bukan hanya melalui pertunjukan, tetapi juga melalui pengenalan budaya, alam, pariwisata, kuliner, produk lokal, dan keramahan masyarakat.

“Tentunya kita ingin menjadikan Krakatau ini adalah pintu bagaimana dunia mengenal Provinsi Lampung,” tutur Gubernur.

Tahun ini, Festival Krakatau mengusung tema “Nengah Nyappur”. Bagi masyarakat Lampung, falsafah tersebut dimaknai sebagai cara hidup untuk membuka diri, menghargai perbedaan, membangun persaudaraan, dan bekerja sama.

Gubernur mengatakan, semangat Nengah Nyappur juga menjadi landasan dalam pengembangan pariwisata Lampung. Pemerintah tidak dapat membangun sektor pariwisata seorang diri sehingga diperlukan keterlibatan pelaku usaha, komunitas, UMKM, seniman, budayawan, akademisi, media, dan generasi muda.