Skrining kondisi mental
Selain pemeriksaan riwayat hidup, dokter selanjutnya melakukan evaluasi kesehatan mental dengan cara mengajukan pertanyaan seputar perasaan, perilaku, serta pikiran. Pasien biasanya akan diminta menggambar gejala yang dirasakan, kapan gejala terjadi, dan seberapa sering gejala dialami.
Lakukan diagnosis penyakit mental
Setelah skrining terkait kondisi mental dan riwayat hidup, primary care physician atau PCP perlu dilakukan. PCP ini juga bisa membantu membuat diagnosa terkait gangguan mental yang sedang dialami oleh seseorang.
Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition oleh American Psychiatric Association, dijelaskan bahwa terdapat beberapa gejala yang menentukan setiap penyakit mental. Manual ini telah digunakan oleh tenaga ahli kesehatan untuk mendiagnosis kondisi mental seseorang.
Tes psikologi
Tes psikologi merupakan tes untuk menjadi penilaian terkait kondisi psikologis seseorang yang diberikan oleh seorang psikologi. Beberapa jenis tes yang membantu memperjelas diagnosis, meliputi Beck Depression Inventory atau BDI, Dissociative Experience Scale, serta Hamilton Anxiety Scale atau HAM-A.
Hasil tes psikologi yang telah diketahui dapat mendukung diagnosis lebih lanjut. Jika hasil diagnosis menyebutkan bahwa seseorang memiliki gangguan mental, maka perlu segera dirujuk untuk mendapatkan penanganan.
Demikian informasi terkait cara cek kondisi kesehatan mental yang patut untuk diketahui. Ketika sudah merasa memiliki gangguan mental, lakukanlah pemeriksaan bersama tenaga ahli profesional untuk mendapatkan jawaban yang tepat mengenai kondisi kesehatan dan penanganannya, ya.






