“Nah, dari total itu kami menurunkan sekitar 35 persen angka kecelakaan,” papar Yoni.
Lanjut Yoni menerangkan bahwa prediksi puncak lalu lintas yaitu pada tanggal 15 Desember 2022 dan tanggal 1 Januari 2023 karena bertepatan dengan hari Minggu.
“Antisipasi lonjakan tahun baru kami memastikan bahwa memang kondisi berjalan dalam keadaan aman dan nyaman untuk dilintasi oleh para pemudik dalam rangka Nataru,” ujarnya.
“Kami juga bekerjasama dengan Basarnas dan Dishub untuk menempatkan pos pelayanan di tiap rest area,” timpal Yoni.
Ia menjelaskan karena tol di ruasnya ini jarak panjang dan memang pengemudi itu berasal dari Jambi, Bengkulu, bahkan Medan yang telah mengemudi cukup jauh maka disarankan maksimal 3-4 jam untuk beristirahat.
“Ngantuk itu gak selalu malam. Makanya operasi kali ini digelar sore hari. Dan kategori dikatakan mengantuk yaitu kalau sedang istirahat sekitar 30 menit tapi kalau benar mengantuk upayakan tidur minimal satu jam,” terangnya.
Pihaknya pun tak lupa selalu mengkampanyekan SETUJU kepada pengendara yaitu Setuju untuk tertib berkendara, Setuju untuk tertib kecepatan, dan setuju untuk tertib muatan.
“Dan juga kita menghimbau pastikan saldo cukup saat memasuki gerbang tol karena kekurangan saldo dapat menyebabkan antrean atau macet di gerbang tol,” pungkasnya.
Sementara itu, Beni, warga Kayu Agung menyambut baik dengan dilaksanakannya gelaran operasi microsleep oleh PT Hutama Karya tersebut.
“Ya baguslah dengan adanya program ini. Jadi, semakin terbantu lah agar tidak menganguk di jalan,” ungkap pria yang mau melaksanakan liburan bersama keluarganya ke Provinsi Lampung. (SA)











