Ruas Bengkulu – Taba Penanjung sebanyak 8.509 kendaraan atau lebih tinggi 183,70% dari VLL normal. Ruas Pekanbaru-Dumai sebanyak 45.901 kendaraan atau lebih tinggi 38,06% dari VLL normal.
Kemudian, Ruas Pekanbaru – Bangkinang sebanyak 23.899 kendaraan atau lebih tinggi 155,86% dari VLL normal dan ruas Medan – Binjai sebanyak 106.011 kendaraan, atau lebih tinggi 26,85% dari VLL normal.
Ruas Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai – Stabat) sebanyak 32.143 kendaraan , atau lebih tinggi 95,95% dari VLL normal. Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 2, 3 & 4 sebanyak 14.306 kendaraan atau lebih tinggi 148,29% dari VLL normal.
Sementara, akumulasi VLL ruas tol fungsional tambahan selama arus mudik dan balik lebaran, yakni Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 5 & 6 periode 15-24/4 sebanyak 6.101 kendaraan yang melintas.
Ruas Binjai – Langsa Seksi 2 (Stabat – Kuala Bingai / Jalan Proklamasi) periode 16-24/4 sebanyak 14.319 kendaraan yang melintas. Ruas Indralaya – Prabumulih periode 15-24/4 sebanyak 49.595 kendaraan yang melintas.
“Dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat periode 15-24/04 sebanyak 95.347 kendaraan yang melintas,” terangnya.
Untuk mengoptimalkan pelayanan selama periode arus mudik (19-21/4) dan arus balik (25/4-1/5), Hutama Karya bersama Kementerian BUMN juga menyediakan sejumlah fasilitas diantaranya booth pijat & obat gratis, dan takjil/refreshment di sejumlah titik tempat istirahat (rest area) yakni ruas Bakauheni – Terbanggi Besar KM 49B, 87B, Ruas Terpeka KM 269, dan KM 234.
Hutama Karya akan terus meng-update perkembangan terkini mengenai volume lalu lintas di JTTS dan menghimbau pemudik untuk dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara di kecepatan maksimal 80 km/jam, mengecek kondisi kendaraan sebelum mengemudi.
“Lalu, memastikan berkendara dalam kondisi prima dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, memastikan saldo Kartu Uang Elektronik tercukupi sebelum melakukan perjalanan, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu,” tandasnya. (Rls/SA)











