BUDPARTravel

Monkey Forest Ubud, 6 Alasan Tempat Ini Dijuluki Sebagai Situs Alam Nan Suci

54
×

Monkey Forest Ubud, 6 Alasan Tempat Ini Dijuluki Sebagai Situs Alam Nan Suci

Sebarkan artikel ini
Monkey Forest Ubud (Photo Monkeyforestubud.com) 5W1HINDONESIA.ID
Monkey Forest Ubud (Photo Monkeyforestubud.com) 5W1HINDONESIA.ID

Hal Menarik di Monkey Forest Ubud

Monkey Forest menawarkan berbagai hal menarik bagi pengunjung.

Baca Juga  Barang Apa Saja yang Tidak Boleh Dibawah Ke Pesawat & Alasannya

Beberapa di antaranya meliputi:

Interaksi dengan Monyet

Pengunjung memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan monyet-monyet yang berkeliaran bebas di dalam hutan.

Kamu dapat memberi makan mereka atau sekadar menikmati momen akrab dengan hewan-hewan yang ramah ini.

Pura dalam Hutan

Di dalam Monkey Forest, terdapat beberapa pura (kuil) yang memberikan nuansa spiritual dan budaya.

Pura utama yang paling terkenal adalah Pura Dalem Agung Padangtegal yang dihormati oleh komunitas lokal.

Baca Juga  Tiwu Ata Polo NTT: Harga Tiket, Rute & Hal Menariknya

Keindahan Alam Tropis

Hutan ini sendiri memiliki keindahan alam tropis dengan pepohonan rindang, jembatan kayu, dan sungai kecil yang melintasi area, menciptakan suasana yang menenangkan dan memikat.

Monumen dan Patung Khas

Sejumlah monumen dan patung yang unik dapat ditemukan di seluruh Monkey Forest.

Salah satu yang paling ikonik adalah patung wanita kera yang disebut “Arjuna Wijaya.”

Kegiatan Edukatif

Terdapat pusat informasi di dalam hutan yang menyediakan edukasi tentang konservasi monyet dan lingkungan.

Baca Juga  Harga Tiket Pantai Sendang Biru, Jam Buka, dan Spot Wisatanya

Pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang upaya pelestarian dan perlindungan hewan-hewan ini.

Pasar dan Toko Oleh-oleh

Di sekitar area Monkey Forest, terdapat pasar dan toko-toko yang menjual berbagai souvenir dan oleh-oleh khas Bali, termasuk kerajinan tangan dan pakaian.

Selama berkunjung, penting untuk menghormati aturan dan petunjuk yang ada untuk menjaga kesejahteraan monyet dan kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *