Tak hanya itu, menurutnya pembangunan Tugu Gemerlang tersebut juga sebagai simbol upaya Pemkot setempat mewujudkan generasi emas tepat di usia 100 tahun.
“Kalau bapak Presiden itukan mewujudkan generasi emas di tahun 2045. Sedangkan pak wali ini punya sebuah lompatan yaitu mewujudkan Gemerlang di tahun 2037. Kenapa di tahun 2037, karena itu tepat usia ke 100 tahun Kota Metro,” pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya Disdikbud Metro melaksanakan sayembara desain Tugu Gemerlang yang merupakan representasi dari cita-cita Kota Metro mewujudkan Gemerlang di tahun 2037.
Tim juri dari sayembara tersebut terdiri atas budayawan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan juga akademisi. Sayembara gagasan desain Tugu Gemerlang tersebut dibuka sejak 11 hingga 29 September lalu.
Sekretaris Disdikbud Kota Metro, Dedi Hasmara menambahkan, sayembara yang telah digelar tersebut berskala lokal Provinsi Lampung.
“Untuk penjurian sayembara bersifat tertutup melalui 3 tahap. Yaitu evaluasi administrasi dan penjurian evaluasi presentasi bagi 5 peserta dengan hasil penilaian terbaik. Kemudian, evaluasi presentasi bagi 3 peserta nominasi untuk penetapan,” terangnya.
Ia menuturkan, desain tersebut memiliki konsep dan cita-cita Pemerintah Kota Metro. Menurutnya, seluruh materi sayembara dan hak cipta menjadi milik penyelenggara, kecuali dinyatakan lain dalam suatu perjanjian perikatan.
“Desain monumen ini harus dapat menggambarkan cita-cita Kota Metro menuju Generasi Metro Emas Cemerlang atau Gemerlang,” bebernya.
Hasil karya yang dimenangkan akan digunakan, sebagai dasar pelaksanaan dengan dokumen yang berbeda. “Bagi pemenang wajib mendampingi dalam penyusunan Desain Engineering Detail (DED), sehingga tidak melenceng jauh dari hasil sayembara,” tutupnya. (SA)











