LampungLampung BaratPemerintahan

Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani

×

Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja Gubernur Lampung di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/7/2026), dengan membawa berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan petani dan masyarakat || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Kunjungan kerja Gubernur Lampung di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/7/2026), dengan membawa berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan petani dan masyarakat || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Kekayaan Suoh dan BNS harus dinikmati oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengungkapkan bahwa penggunaan pupuk hayati cair telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Hasilnya tidak hanya lebih bagus, tapi panennya juga lebih cepat sekitar 10 hari bagi petani yang menggunakan pupuk hayati cair,” tutur Parosil.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Lampung Barat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Lampung yang berkenan hadir dan bersilaturahmi langsung di Kecamatan BNS,” ujarnya.

Menurut Parosil, kehadiran Gubernur menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh program pemerintah, mulai dari pupuk hayati, fasilitas KUR, hingga pasar murah.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan pembukaan pasar murah hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya tepung terigu Rp 9.000 per kilogram, minyak goreng Rp 15.000 per liter, serta beras Rp 58.000 untuk kemasan lima kilogram.

Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah seorang warga BNS, Rohaya, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran pasar murah.

“Kegiatan seperti ini maunya sering-sering dilakukan Pak Gubernur, Pak Bupati. Kalau bisa satu bulan sekali, kami selaku masyarakat sangat terbantu,” ungkapnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pembangunan pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memastikan kesejahteraan petani meningkat seiring dengan lahirnya generasi muda yang berpendidikan dan mampu menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri. (Rls/SA)