Bandar LampungLampungPemerintahan

Wagub Lampung Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

×

Wagub Lampung Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Sebarkan artikel ini
Wagub Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Wagub Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Kita harus mampu memanfaatkan informasi menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat revolusioner bukan berarti sekadar menyuarakan perubahan melalui slogan. Revolusioner, menurut Wagub, diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Menurut Wagub Jihan, pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Kehadiran kader PMII di berbagai sektor diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta PKL memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar secara sungguh-sungguh. Materi yang diberikan para narasumber diharapkan menjadi bekal dalam menyusun kajian, riset, dan rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad turut mengingatkan pentingnya kader muda terus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa. Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan etika, dialog, serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII, Dedi Indra Prayoga, menuturkan perubahan global yang dipicu perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi mahasiswa untuk terus melakukan pembaruan dalam sistem kaderisasi.

Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca perubahan zaman dan menghasilkan gagasan yang relevan agar organisasi tetap menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya menjelaskan bahwa PKL menjadi tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap proses kaderisasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Kehadiran kader-kader muda yang adaptif dan berdaya saing diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya kemajuan Provinsi Lampung dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Rls/SA)