oleh

Wali Kota Sudah Upayakan Pemberhentian

Izin Menjadi Kewenangan Provinsi

5W1H, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyatakan bahwasanya pihaknya sudah mengupayakan dengan memberhentikan kegiatan penambangan bukit di wilayah Kota Bandar Lampung.

“Ya longsor itu kan kerjaan mereka sendiri. Itulah maka jalan rusak dan sebagainya,” ucap Herman saat dijumpai di gedung Mal Pelayanan Publik, Jumat (1/11/2019).

Herman menyatakan bahwa pihaknya sudah memberhentikan beberapa kali namun masih juga dilakukan.

“Ini kan kewenangan provinsi. Kalau bukit-bukit itu provinsi yang dapat menyetopnya. Ada dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait Desentralisasi dan Perizinan SDA,” tuturnya.

Lanjut Herman menuturkan bahwa pihak provinsi tentunya mengetahui hal itu dan yang bukit longsor-longsor banyak itu izin provinsi.

Baca Juga  Hingga Akhir 2022, 175 PNS Pemkab Pringsewu Jalani Purnabakti

“Makanya banyak hancur bukit kita. Kalau saya kan saya tata gak boleh itu. Sekarang kan rusak semua,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Terjadinya longsor yang tersebar di media sosial yang sempat direkam dan dibagikan menggegerkan dunia maya, diketahui kejadian tersebut terjadi di Jalan Harimau, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Kamis(31/10/2019).

Ketua RT 05 , Lingkungan 2, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Sigit Sudarminto menuturkan longsor yang disebabkan oleh penambangan yang dilakukan pada gunung tersebut merupakan aktivitas warga sekitar, dan tidak hanya sekali terjadi.

“Longsor ini bukan cuma sekali, sudah berkali-kali. Kami kerjanya memang seperti itu, emang sengaja digali dari bawah, jadi yang atas tinggal runtuh sendiri,” tuturnya.

Baca Juga  Audiensi Bersama KPK Secara Virtual, Herman HN: Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Sorotan

Sigit menerangkan sebelum longsor terjadi gunung sudah memberikan sinyal tanda-tanda berupa suara retakan, sehingga para pekerja berhenti bekerja hingga benar-benar longsor dahulu. Sebelumnya biasanya pekerja tambang bekerja dari pagi hingga sore hari.

“Nah itu dikerjakan dari pagi, berhubung gunung itu ngasih aba-aba mau runtuh, jadi ditinggal sama yang kerja. Itu kejadiannya jam 2 kemarin, gunung udah ngasih tanda kalau mau runtuh. Kalau runtuhnya jam 4 lewat kemarin katanya,” paparnya.

Menurutnya, penambangan gunung sudah menjadi pekerjaan sehari-hari warga sekitar sedari lama, sehingga warga sekitar sudah tidak merasa takut jika terjadi peristiwa longsor yang terjadi seperti di video yang banyak beredar di dunia maya lantaran sudah biasa terjadi.

Baca Juga  Dua RS di Bandar Lampung Bisa Layani Rapid Test Antigen

“Itu digali setiap hari, karena disini warganya 90 persen mencari nafkah di gunung itu. Kadang saya sendiri juga ikut muat disitu. Ya, kalau takut sih enggak karena sudah biasa karena jauh dari rumah warga,” terangnya.(SA)

(Visited 46 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.