Manager PLN UP3 Metro Anas Febrian mengatakan, kepedulian tersebut merupakan bagian dari semangat insan PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, listrik yang dihadirkan PLN tidak hanya menjadi penerang secara fisik, tetapi juga diharapkan mendukung tumbuhnya pendidikan dan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
“PLN hadir untuk menghidupkan listrik, sementara melalui YBM PLN kami ingin ikut menghidupkan semangat belajar dan ilmu agama di lingkungan pesantren. Semoga santunan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, serta meraih cita-cita,” ucap Anas.
Menurut Anas, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan membekali generasi muda dengan ilmu serta nilai-nilai keagamaan. Karena itu, silaturahmi bersama para ulama, pengasuh pondok pesantren, dan santri menjadi bagian penting dalam memperkuat kedekatan PLN dengan masyarakat.
Program YBM PLN bersumber dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Melalui berbagai program sosial, YBM PLN berupaya agar kontribusi para muzaki dapat memberikan manfaat nyata, termasuk bagi anak yatim, duafa, dan lingkungan pendidikan.
Melalui semangat menghidupkan listrik sekaligus menghidupkan ilmu agama, PLN dan YBM PLN UP3 Metro berharap kehadirannya dapat terus memberikan manfaat, bukan hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui kepedulian yang mendukung lahirnya generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Rls/SA)











