Kesehatan

5 Fakta Vitamin D, Bisa Pengaruhi Kualitas Seksual

×

5 Fakta Vitamin D, Bisa Pengaruhi Kualitas Seksual

Sebarkan artikel ini
5 Fakta Vitamin D Bisa Pengaruhi Kualitas Seksual || Foto: Pixabay, 5w1hindonesia.id
5 Fakta Vitamin D Bisa Pengaruhi Kualitas Seksual || Foto: Pixabay, 5w1hindonesia.id

5W1HIndonesia.id, Health – Memperkuat tulang dan gigi menjadi salah satu manfaat dari vitamin D.

Namun, segudang manfaat ternyata masih dimiliki yang mungkin jarang diketahui.

Meski baik untuk tubuh nyatanya ada beberapa fakta yang menarik tentang Vitamin D.

Tak hanya memberikan manfaat baik saja, ternyata vitamin D juga bisa memberikan efek yang kurang bagus untuk tubuh.

Dilansir dari The Healthy, berikut beberapa fakta mengejutkan tentang vitamin D yang tidak Anda sadari.

1. Kekurangan vitamin D berpengaruh dengan kualitas seksual

Penelitian dari beberapa tahun terakhir menunjukkan kadar vitamin D yang rendah dapat mempengaruhi gairah seks baik bagi pria maupun wanita.

Bagi pria, vitamin D dapat meningkatkan kesuburan dengan meningkatkan motilitas sperma. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam The World Journal of Men’s Health pada Mei 2019, vitamin D meningkatkan fungsi testis, yang menghasilkan sperma dan hormon seks penting, salah satunya adalah testosteron.

Sementara bagi wanita, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan disfungsi seksual. Gejalanya termasuk dorongan seks yang rendah, kurangnya gairah, dan rasa sakit saat berhubungan badan.

2. Terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan batu ginjal

Meski memiliki segudang manfaat, mengkonsumsi vitamin D berlebihan juga bisa berbahaya bagi tubuh salah satunya dapat menimbulkan batu ginjal.

Vitamin D dapat meningkatkan kalsium yang diserap oleh usus. Namun, terlalu banyak vitamin D berbahaya karena dapat menyebabkan kadar kalsium tinggi, yang menyebabkan batu mengatakan efek samping lain dari kelebihan vitamin D adalah mual, muntah, kelemahan otot, dan linglung,” ujar dr. John Poothullil.

Jika Anda melengkapi dengan vitamin D, perhatikan dosisnya untuk memastikan Anda tidak mencapai tingkat racun. dr. Poothullil merekomendasikan jumlah harian 800 unit internasional (IU).

Namun, bagi orang-orang di iklim utara atau yang tidak banyak keluar rumah, suplemen 1.000 hingga 2.000 IU dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *