Bandar LampungLampung

60% Wilayah Bandar Lampung Masuk Zona Endemis DBD, Dinkes Minta Warga Waspada Saat Musim Hujan

25
×

60% Wilayah Bandar Lampung Masuk Zona Endemis DBD, Dinkes Minta Warga Waspada Saat Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, sekitar 60 persen atau 78 dari 126 kelurahan di Bandar Lampung masih masuk kategori endemis DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi menjelaskan, DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Untuk menekan angka kasus, masyarakat diminta berperan aktif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk melalui gerakan 3M Plus.

Baca Juga  Harga Bawang dan Beras di Bandar Lampung Mengalami Kenaikan

“Yang paling efektif itu bagaimana kita memutus mata rantai siklus hidup nyamuk. Caranya dengan 3M menguras, menutup, dan menimbun wadah yang bisa menampung air, serta ditambah partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya pada, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air jernih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah, seperti ember, kaleng bekas, atau wadah penampung air hujan.

Saat tempat-tempat itu terisi air, nyamuk akan bertelur dan menetas menjadi jentik yang kelak berkembang menjadi nyamuk dewasa pembawa virus.

Baca Juga  Waspadai Banyak Penyakit di Musim Hujan, Ini 8 Cara Mencegahnya

Fogging Hanya Dilakukan Secara Fokus

Muhtadi menegaskan, fogging massal bukan solusi utama dalam mencegah penyebaran DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tetap hidup dan bisa berkembang biak kembali.

“Fogging massal tidak selalu efektif. Karena itu kami lakukan fogging fokus, hanya di lokasi yang sudah terkonfirmasi ada kasus positif DBD berdasarkan hasil laboratorium dan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.

Baca Juga  Resmikan Stadion Mini Way Dadi, Ini Pesan Wali Kota Eva Dwiana
Menutup penampungan air salah satu pencegahan kembang biar nyamuk DBD || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID
Menutup penampungan air salah satu pencegahan kembang biar nyamuk DBD || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID

Selain fogging, Dinkes juga menyalurkan bubuk abate ke masyarakat untuk tempat penampungan air yang sulit dikuras.

Abate berfungsi mencegah nyamuk bertelur dan berkembang biak. Namun, upaya paling efektif tetap kombinasi antara abate dan 3M Plus.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak lengah, terutama di musim penghujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.

Warga diminta rutin memantau lingkungan rumah, membersihkan tempat penampungan air, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.