5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Keutamaan puasa Tarwiyah merupakan salah satu ibadah sunnah yang bisa dilakukan oleh umat muslim. Sebelum menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa Tarwiyah terlebih dahulu.
Meski tidak wajib, namun puasa satu ini bisa memberikan banyak keutamaan bagi yang menjalankannya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait keutamaan dari puasa Tarwiyah, yuk simak ulasan berikut.
Keutamaan Puasa Tarwiyah yang Bisa Diperoleh
Puasa di bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan yang luar biasa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini’”. (HR. At-Tirmidi)
Puasa Tarwiyah umumnya dapat dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan dianjurkan bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji. Adapun beberapa keutamaan dari puasa Tarwiyah, di antaranya:
1. Bagaikan Puasa Satu Tahun Penuh
Keutamaan dari menunaikan puasa Tarwiyah adalah bagaikan berpuasa selama satu tahun penuh. Tentunya, hal ini akan memberikan banyak keberkahan bagi umat muslim yang melaksanakannya.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis, “Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah, seperti puasa dua tahun”. (HR. Ali Al-Muhairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas)
Dalam hadis ini sudah disebutkan dengan jelas bahwa orang yang berpuasa di hari Tarwiyah akan mendapatkan pahala seperti puasa satu tahun. Begitu pula dengan hari selanjutnya, yakni hari Arafah di mana juga memiliki keutamaan bagai puasa dua tahun.
2. Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT
Selain mendapatkan pahala satu tahun, keutamaan lain dari puasa Tarwiyah adalah menjadi amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Hal mengenai amalan paling dicintai Allah SWT ini pun sudah dijelaskan dalam sebuah hadis.
Hadis tersebut berbunyi, “Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah). Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun”.
Dari hadis ini, diketahui bahwa saat itu para sahabat menanyakan kepada Rasulullah SAW perihal amal terbaik. Kemudian, Nabi Muhammad SAW memberikan jawaban kepada para sahabat jika amalan yang paling dicintai adalah puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah.











