5W1HINDONESIA.ID, Otomotif – Sepeda motor pada umumnya dilengkapi dengan standar 1 (standar samping) dan standar 2 (standar tengah), kedua jenis standar ini dirancang untuk menjaga sepeda motor tetap tegak saat diparkir.
Namun, terdapat kecenderungan di kalangan pengendara untuk lebih sering menggunakan standar samping daripada standar tengah, bahkan untuk jangka waktu yang lama. Padahal, penggunaan standar samping secara berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk bagi sepeda motor itu sendiri.
Berikut ini 5 dampak buruk bagi motor jika kebiasaan menggunakan standar samping.
Merusak Shockbreaker
Penggunaan standar samping secara berkepanjangan dapat menyebabkan sepeda motor miring ke sisi kiri. Hal ini dapat mengakibatkan beban yang tidak seimbang pada suspensi, membuat shockbreaker condong ke satu sisi dan menjadi cepat rusak. Terlebih lagi, jika ada beban tambahan saat seseorang duduk di atas motor yang diparkir dengan standar samping, hal ini dapat memperparah kondisi tersebut.
Penurunan Kualitas Ban
Standar samping dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada ban sepeda motor, bahkan saat dalam kondisi diam. Tekanan ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas ban karena gesekan dengan permukaan lantai. Bahkan, tekanan yang tidak merata ini dapat mengakibatkan penurunan tekanan udara dalam ban, meningkatkan risiko keempesan ban saat digunakan.





