Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih dan Telur Mulai Merangkak di Bandar Lampung

47
×

Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih dan Telur Mulai Merangkak di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung Komoditas bawang putih dan telur mengalami kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan 2021 atau 1442 H di wilayah Kota Bandar Lampung.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kadek Sumartha, Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung saat diwawancara, Selasa (6/4/2021).

“Saat ini yang mulai melonjak naik yakni telur yang biasanya Rp21 ribu saat ini rata-rata sudah di Rp22.500 di setiap pasar,” paparnya.

Baca Juga  Ria Hartini, Pemimpin DPRD Kota Metro yang Menyatu dengan Warga: “Saya Ini Hanya Perpanjangan Tangan”

“Selain telur, bawang putih juga kurvanya naik, tapi naiknya juga dalam batas wajar, setiap pasarnya. Jadi pasokan jelang Ramadan ini kita optimis akan baik-baik saja,” sambungnya.

Kemudian, harga cabai dan daging juga saat ini mulai stabil. Dimana harga daging saat ini dikisaran Rp125 ribu per kilogram.

“Sementara kalau cabai merah caplak yang sempat menembus angka Rp125 ribu per kilogram sudah mulai turun sekarang di Rp80 ribu per kilogram-nya,” ujarnya.

Baca Juga  Lestarikan Adat dan Budaya Lokal, Nelayan Bandar Lampung Gelar Ruwat Laut

Oleh karenanya pihaknya memastikan stok pangan jelang Ramadan tahun ini di wilayah kota setempat masih aman.

Lanjut Kadek menerangkan keamanan stok pangan tentunya dipengaruhi beberapa hal di antaranya distribusi dan cuaca aman sehingga membuat harga menjadi stabil.

“Akan tetapi jika distribusi bermasalah maka pasukan juga ikut kena imbas, sehingga otomatis harga juga ikut naik,” paparnya.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Virus Corona, PLN UID Lampung Semprot Disinfektan di Lingkungan Kantor

Ia menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi penimbunan stok barang di gudang-gudang.

Hal tersebut diketahui dari pihaknya yang melaksanakan pengecekan ke lokasi-lokasi pasar setiap harinya.

“Dan jika ada kenaikan di pasaran hal itu hanya karena daya permintaan dari masyarakat meningkat yang biasanya h-2 Ramadan,” tandasnya. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *