5W1HINDONESIA.ID, KESEHATAN – Berbagai masalah kesehatan bisa terjadi akibat jarang olahraga atau melakukan aktivitas ringan. Ya, kebanyakan orang sekarang ini disibukkan dengan tugas atau pekerjaan sehingga sering melupakan olahraga.
Padahal, olahraga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah munculnya penyakit. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak akibat jarang melakukan olahraga, simak pembahasan berikut.
Penyakit yang Bisa Terjadi Akibat Jarang Olahraga
Dilansir dari Medline Plus, memiliki gaya hidup yang tidak aktif atau jarang berolahraga menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit kronis. Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa diderita, mulai dari fisik hingga psikologis karena kurang olahraga, di antaranya:
1. Obesitas atau kelebihan berat badan
Olahraga merupakan sebuah kewajiban bagi semua orang untuk mengatur tubuh agar tetap sehat. Jika tidak rutin dilakukan, maka ancaman pertama karena kurang berolahraga adalah kelebihan berat badan atau obesitas.
Ciri-ciri obesitas pun cukup banyak, seperti kesulitan dalam tidur, ngantuk berlebih saat siang hari, sakit punggung atau sendi, tidak tahan suhu panas, depresi, dan infeksi pada lipatan kulit. Bahkan, sejumlah orang juga bisa merasakan sesak napas secara mendadak atau dyspnea.
2. Insomnia
Gangguan tidur atau insomnia dapat dipicu dari penurunan metabolisme tubuh akibat kurang berolahraga. Untuk itu, apabila mengalami keluhan susah tidur di malam hari, cobalah untuk rutin berolahraga.
3. Badan terasa kaku
Dampak yang akan dirasakan karena jarang melakukan olahraga lainnya adalah badan terasa kaki. Biasanya, orang yang kurang olahraga akan merasakan pegal-pegal di area tertentu, seperti sendi kaki, pinggang, serta pundak.
Jika ingin mengatasinya, pastikan untuk menghindari langsung mengonsumsi painkiller atau obat pereda nyeri. Agar lebih aman, cara terbaik mengatasi badan yang kaku, yakni dengan melakukan olahraga ringan, seperti aerobik, kardio, maupun yoga.
4. Serangan jantung
Perlu diketahui, risiko terkena serangan jantung akan menurun jika tubuh aktif bergerak setiap harinya. Sebaliknya, akibat kurang olahraga, maka sewaktu-waktu bisa terkenal serangan jantung.





