Gubernur Mirza juga menyoroti kondisi saluran air di sepanjang jalan yang kerap terabaikan. Ia meminta pembersihan drainase serta penataan tanaman liar di sisi jalan.
“Saya masih melihat bahu jalan yang terbengkalai. Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” ujarnya.
Dalam dialog dengan Kepala Desa setempat, terungkap bahwa ruas jalan tersebut telah lama tidak diperbaiki secara menyeluruh. Perbaikan sebelumnya pun disebut tidak bertahan lama.
Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza menegaskan bahwa penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalan. Ia juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga sistem drainase dengan baik.
Selain faktor konstruksi dan drainase, Gubernur Mirza menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat di ruas tersebut, seperti truk pengangkut sawit dan mobil pengangkut tetes tebu. Menurutnya, muatan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Secara keseluruhan, Gubernur Mirza menekankan ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama, yakni kualitas konstruksi, sistem drainase yang optimal, serta beban kendaraan yang melintas.
Pemerintah provinsi menilai pembangunan infrastruktur jalan ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Lampung. (Rls/SA)











