Bandar LampungLampungPemerintahan

Siapkan Generasi Emas, Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis Guru

×

Siapkan Generasi Emas, Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis Guru

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah pada kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah pada kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemajuan dan kemakmuran Provinsi Lampung di masa depan sepenuhnya berada di tangan para pendidik.

Menurutnya, ruang-ruang kelas adalah tempat utama dalam memahat dan menentukan potret pembangunan daerah, terutama dalam menyongsong momentum Indonesia Emas tahun 2045.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah pada kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan Jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Provinsi Lampung, yang berlangsung di Hotel Soeltan Luxe, Kamis (4/6/2026).

​”Masa depan Provinsi Lampung itu bukan di tangan kantor Gubernur Lampung atau Dinas Pendidikan Lampung. Masa depan Provinsi Lampung itu ada di ruang kelas Bapak Ibu sekalian semua. Makmur enggaknya, miskin enggaknya, maju enggaknya Provinsi Lampung itu bukan di kami, tapi ada di ruang kelas Bapak Ibu sekalian,” ujar Gubernur di hadapan ratusan kepala sekolah.

​Gubernur kemudian memaparkan bahwa sejarah peradaban dunia mencatat, kemajuan suatu bangsa tidak pernah diukur dari kekayaan sumber daya alamnya, melainkan dari kualitas sumber daya manusianya (SDM).

Lampung, sebagai daerah yang kaya akan potensi pangan, dinilai belum mampu mencapai kemakmuran optimal karena masih lemahnya posisi tawar dan kualitas SDM dalam mengelola potensi tersebut.

​Oleh karena itu, menyongsong target Indonesia Emas 2045, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh jajaran kepala sekolah dan guru untuk melakukan pembenahan fundamental pada sistem pendidikan menengah.

Ia menekankan beberapa poin krusial, di antaranya komitmen untuk mencapai angka nol putus sekolah (zero drop out) di tingkat SMA/SMK/SLB.