Bandar LampungLampungPemerintahan

Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

×

Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV DPD IWAPI Provinsi Lampung Tahun 2026 di Gedung Graha Surya, Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV DPD IWAPI Provinsi Lampung Tahun 2026 di Gedung Graha Surya, Bandar Lampung || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

“Kemajuan daerah bukan hanya ditentukan oleh investasi yang masuk, tetapi oleh banyaknya pengusaha lokal yang tumbuh, berkembang, dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, Mirza juga mendorong penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Ia meminta Bank Lampung menyiapkan skema pembiayaan yang dapat memberikan dukungan bunga hingga 0% bagi pelaku usaha, khususnya anggota IWAPI yang bergerak di sektor hilirisasi pangan.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha perempuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha, sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Gubernur berharap IWAPI tidak hanya menjadi organisasi yang mewadahi pengusaha perempuan, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan Lampung untuk berkembang, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“IWAPI hari ini terus tumbuh semangat maju dan menjadi ruang untuk wanita-wanita terutama di Provinsi Lampung untuk berkumpul, berserikat, berkolaborasi, bersinergi, bergerak, berkarya, berusaha, dan yang paling penting mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari mengatakan IWAPI terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, IWAPI telah berusia 50 tahun dan memiliki lebih dari 40.000 anggota pengusaha perempuan yang tersebar di 38 provinsi dan 249 kabupaten/kota. IWAPI juga memiliki perwakilan di Malaysia serta merencanakan pengembangan jaringan ke sejumlah negara lainnya.

Dyah mengatakan penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan dunia usaha, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.

Karena itu, IWAPI mendorong digitalisasi UMKM perempuan melalui berbagai program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi dan mengembangkan bisnis di era digital.

“Visi kami adalah untuk menaikkan kelas perempuan agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Dyah.

Dyah berharap sinergi antara IWAPI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai mitra dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui penguatan kapasitas UMKM, hilirisasi pangan lokal, akses permodalan, dan digitalisasi usaha, IWAPI diharapkan semakin berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat perekonomian Lampung. (Rls/SA)