A’udzu bika min syarri ma shona’tu. Abo’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbi. Faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta”. Arti dari bacaan ini adalah “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu.
Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengaku dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau”.
4. QS. Thoha Ayat 25 Sampai 28
Dalam memohon keajaiban, berdoa kepada Allah merupakan sebuah kewajiban. Doa yang bisa dipanjatkan untuk meminta keajaiban pun telah tercantum dalam Al-Qur’an surat Thoha ayat 25 sampai 28.
Bunyi ayatnya adalah “Robbisy rohlii shodrii, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qouli” yang artinya “Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”.
Doa memohon keajaiban Allah SWT bisa mendatangkan manfaat dan keberkahan bagi umat muslim. Agar keinginan segera terkabul, ada baiknya untuk membaca doa setiap hari secara rutin, ya!





