Bihaa min jami’is sayyiaati watarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghayaati min jami’il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati”. Arti dari bacaan sholawat ini adalah “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad dengan rahmat dan salam yang menyelamatkan kita dari segala bencana,
Yang dengannya pula dapat memenuhi segala hajat, juga dengannya dapat mensucikan dari segala kejelekan, dapat mengangkat kita kepada derajat yang tinggi di sisi-Mu, dapat pula menghantarkan kami kepada puncak tujuan, dari segala kebaikan semasa hidup atau sesudah meninggal”.
4. Doa Berlindung dari Takdir yang Buruk
Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya untuk senantiasa berlindung dari takdir buruk, terutama setelah mengalami bencana alam. Doa untuk berlindung dari takdir buruk, yaitu “Allahumma innii a-’uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i”.
Bacaan doa tersebut berarti, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahna bala atau bencana, hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ atau takdir, dan kegembiraan para musuh”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bacaan doa saat terjadi bencana alam sangat penting untuk diketahui agar senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. Jika bencana atau takdir buruk terjadi pada manusia, ada baiknya untuk ikhlas dan selalu meminta perlindungan dari Sang Pencipta, ya.





