5W1HINDONESIA.ID, KESEHATAN – Jamur tahi sapi atau disebut juga magic mushroom memang dapat dikonsumsi, namun sangat tidak disarankan karena memicu halusinasi. Bahkan, jamur satu ini tergolong jenis narkotika yang penjualan dan konsumsinya sudah termasuk ke dalam tindakan kriminal.
Perlu diketahui, nama unik magic mushroom diambil dari tempatnya berkembang biak, yakni di kotoran sapi atau kerbau. Nah, jika ingin mengetahui lebih lengkap mengenai jamur tahi sapi, yuk simak ulasannya berikut.
Apa Saja Efek Jamur Tahi Sapi?
Dilansir dari Medical News Today, magic mushroom mengandung psilocybin yang merupakan bahan kimia halusinogen. Kandungan zat psilosibin inilah yang dicari karena dapat menyebabkan sensasi tertentu, tergantung pada kondisi psikologis pemakainya. Adapun beberapa efek dari jamur tahi sapi, di antaranya:
Dapat menyebabkan halusinasi
Kandungan zat psilosibin dalam jamur dapat membuat siapapun yang mengonsumsinya dapat berhalusinasi. Tentu, halusinasi lebih banyak memberikan dampak negatif bagi tubuh. Jika sedang berada di waktu dan tempat yang tidak tepat, halusinasi bisa menjadi ancaman bagi orang di sekitar penggunanya.
Distorsi ruang dan waktu
Salah satu efek dari magic mushroom bagi kesehatan adalah distorsi ruang dan waktu. Efek ini akan menyebabkan ketidakmampuan pengguna dalam membedakan khayalan dan dunia nyata di lingkungan sekitarnya, baik siang maupun malam.
Emosi yang tidak menentu
Selain halusinasi, orang yang mengonsumsi jamur tahi sapi juga akan memiliki emosi yang tidak menentu. Beberapa efek magic mushroom, yakni emosi yang membuncah, kecemasan, serangan panik, ketakutan atau paranoia, dan merasa hal-hal di sekitarnya terasa lucu atau sangat menyedihkan.





