Peningkatan risiko kejang pun dapat pula terjadi akibat mengonsumsi beberapa antibiotik, seperti penisilin, kuinolon, serta obat pereda rasa nyeri berupa tramadol. Untuk mencegah kekambuhan kejang, lakukanlah konsultasi dengan dokter ahli.
4. Kurang tidur
Perlu diketahui, tidur merupakan salah satu aktivitas yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat. Apabila tubuh kekurangan waktu tidur, maka dapat memicu berbagai masalah serius, termasuk kambuhnya penyakit epilepsi.
Pasalnya, kurang tidur bisa membuat otak menjadi stres dan meningkatkan risiko kejang. Karena itu, cobalah untuk mendapatkan cukup istirahat setiap malam dan lakukan konsultasi dengan dokter.
5. Kondisi medis
Kejang juga bisa dipicu akibat kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi dan stroke. Karena itu, disarankan untuk mengikuti gaya hidup sehat guna menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lain.
6. Faktor lingkungan
Rangsangan visual tertentu, seperti menonton televisi atau bermain video game juga bisa memicu terjadinya kejang. Untuk itu, sebaiknya kurangi pancaran sinar dari alat elektronik karena akan mengakibatkan kejang menjadi kambuh.
Tak hanya itu, hindari juga kebiasaan merokok, konsumsi kafein, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Apabila didiagnosis menderita epilepsi, dokter biasanya akan merekomendasikan perubahan gaya hidup guna membantu mengendalikan gejala.
Demikian informasi terkait faktor penyebab epilepsi yang perlu diketahui. Apabila gejala epilepsi sudah semakin parah, maka bisa melakukan pemeriksaan bersama dokter ahli untuk mendapatkan penanganan lanjutan.





