LampungPemerintahanWay Kanan

Gubernur Lampung Realisasikan Perbaikan Ruas Jalan Kasui–Air Ringkih di Way Kanan

113
×

Gubernur Lampung Realisasikan Perbaikan Ruas Jalan Kasui–Air Ringkih di Way Kanan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau perbaikan ruas jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan dengan panjang sekitar 26,295 kilometer || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau perbaikan ruas jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan dengan panjang sekitar 26,295 kilometer || Foto: Adpim Pemprov Lampung

5W1HIndonesia.id, Way Kanan — Penantian panjang masyarakat selama belasan tahun akhirnya mulai terjawab dengan dimulainya pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau perbaikan ruas jalan tersebut pada Rabu (8/4/2026).

Selama lebih dari satu dekade, warga harus bertahan dengan kondisi jalan rusak bahkan sebagian belum pernah tersentuh aspal.

Baca Juga  Tingkatkan Sinergitas, PLN UID Lampung Audiensi bersama Polda Lampung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung pada tahun 2026 mulai merealisasikan perbaikan ruas tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Way Kanan.

Ruas Kasui–Air Ringkih sendiri memiliki panjang sekitar 26,295 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan baru mencapai 45,03 persen.

Baca Juga  Gubernur Lampung Lantik dan Ambil Sumpah Jabatan Marindo Kurniawan sebagai Penjabat Bupati Pringsewu

Gubernur Mirza dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan jalan ini harus dilakukan dengan kualitas terbaik, mengingat besarnya harapan masyarakat yang telah menunggu lama.

“Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Masyarakat sudah sangat sabar, mereka menahan kondisi jalan rusak bertahun-tahun. Jadi saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin sesuai spesifikasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Hadiri Gala Dinner Forum Rektor Wilayah Barat di Itera, Ini Harapannya

Ia menekankan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar pekerjaan proyek, tetapi merupakan amanah yang membawa harapan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi ini adalah wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan,” tegasnya.