Ia menegaskan bahwa masyarakat Minang bukan lagi sekadar kelompok perantau di Lampung, melainkan telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan provinsi tersebut selama puluhan tahun.
“Di Lampung tidak ada perbedaan antara masyarakat lokal dan pendatang. Siapa pun yang tinggal, berkarya, dan berkontribusi di Lampung adalah bagian dari keluarga besar Lampung,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, masyarakat Minang telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor perdagangan dan kewirausahaan.
“Saya melihat sendiri sejak kecil bagaimana masyarakat Minang berperan dalam aktivitas ekonomi di pasar-pasar. Kontribusinya sangat nyata dalam menggerakkan roda perekonomian Lampung,” ungkapnya.
Terkait usulan pembangunan sekretariat DPW IKM Lampung, Gubernur menyatakan dukungannya, Ia juga mengajak IKM untuk terlibat aktif dalam berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Lampung, terutama yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian, perdagangan, pengendalian inflasi, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta pengembangan dunia usaha.
“Kami ingin seluruh elemen masyarakat, termasuk IKM dan para pelaku usaha Minang di Lampung, terintegrasi dengan program-program pembangunan daerah. Kolaborasi ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Gubernur.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan keluarga besar perantau Minang yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. (Rls/SA)











