5W1HINDONESIA.ID, TRAVEL – Gunung Prau Wonosobo menjadi salah satu tempat favorit bagi para pendaki lokal maupun mancanegara. Pasalnya, panorama yang disajikan di Gunung Prau sangat mempesona dan sangat memanjakan mata.
Tak heran, wisata alam satu ini selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait wisata Gunung Prau, yuk simak pembahasan berikut.
Harga Tiket dan Jalur Pendakian Gunung Prau Wonosobo
Gunung Prau merupakan gunung yang terletak di kawasan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Ketinggian dari Gunung Prau sendiri adalah 2.565 mdpl di mana menawarkan keindahan panorama-panorama gunung di Jawa Tengah.
Untuk masuk ke kawasan wisata Gunung Prau, pengunjung perlu membayar tiket pendakian sebesar Rp30.000 per orang. Apabila datang dengan menggunakan, maka diharuskan mengeluarkan biaya parkir sebesar Rp10.000 untuk motor dan Rp25.000 untuk mobil. Adapun beberapa jalur pendakian menuju Gunung Prau, yakni:
1. Jalur Dieng
Salah satu jalur pendakian paling populer menuju Gunung Prau adalah jalur Dieng yang dimulai dari Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Untuk bisa sampai ke basecamp, pendaki bisa menggunakan bus mikro dari Terminal Mendolo yang letaknya di pinggir jalan.
Sebelum mendaki, petugas basecap melakukan pengecekan pada perlengkapan yang dibawa. Aturan penting yang harus diketahui oleh pendaki adalah tidak boleh membawa botol dan bungkusan plastik lain.
Kemudian, pendaki akan melewati ladang milik penduduk setempat menuju ke pos 1. Dari pos 1 hingga pos 3, medan jalan yang dilalui adalah hutan dengan jalur lumayan menanjak tetapi hanya butuh 2 jam untuk sampai puncak.
2. Jalur Patak Banteng
Selain melalui Dieng, jalur yang menjadi idola para pendaki adalah jalur Patak Banteng. Basecamp Patak Banteng berada di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Jalur Patak Banteng banyak disukai pendaki karena jaraknya ke puncak cukup pendek. Pendaki biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menempuh jalur sepanjang 4 kilometer. Karena itu, kuota pendaki di jalur ini cukup banyak dibandingkan jalur lainnya.
Dari basecamp, pendaki akan berjalan melewati ladang perkebunan. Setelah sampai di pos 1, pendaki harus lanjut dengan menaiki lahan berundak, kemudian beristirahat di pos 2, dan siapkan diri karena medan dari pos 3 hingga puncak sangat terjal.
3. Jalur Kalilembu
Untuk jalur Kalilembu tidak terlalu banyak peminat karena basecamp-nya hanya memerlukan sedikit jalan kaki. Basecamp Kalilembu sendiri menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari kamar mandi, mushola, tempat istirahat, serta warung.
Apabila ingin menikmati berbagai fasilitas tersebut, perlu pendakian terlebih dahulu dengan waktu sekitar 2,5 jam. Saat menuju pos 1, pendaki akan melintasi hamparan perkebunan buah carica.
Selanjutnya, jalan dari pos 2 ke pos 3 berupa tanjakan yang dipenuhi dengan tanaman liar. Tak hanya itu, para pendaki dianjurkan untuk berhati-hati karena jalan menuju area puncak cukup licin.





