Hingga saat ini, tonase sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih kurang kertas 2,5 ton, plastik 4,2 ton, metalik 1,5 ton, serta jelantah 230 kg.
Capaian ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung.
Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.
“Melalui Aksi Srikandi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan dan monetisasi sampah menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” kata Tarti.
Salah satu peserta kegiatan, Ibu Anik mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.
“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan informasi tentang kemudahan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, serta promo diskon tambah daya listrik yang sangat membantu, kami juga jadi lebih paham bagaimana mengembangkan usaha melalui Rumah BUMN. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu,” ujar Anik.
Melalui inisiatif ini, Srikandi PLN memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls/SA)











