5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung lajunya terlihat terus melambat beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, saat memberikan pemaparan pada kegiatan Media Update OJK yang digelar di Ballroom Holiday Inn Hotel, Bukit Randu, Selasa (3/3/2026).
“Ya faktanya beberapa tahun terakhir ini turun, di tahun 2025 hanya mencapai sebanyak 2,50 persen,” ungkap Otto.
Menurutnya, berdasarkan data OJK, pertumbuhan kredit UMKM di Lampung menunjukkan tren penurunan sebagai berikut yaitu tahun 2021 (15 persen), tahun 2022 (14 persen), tahun 2023 (9,56 persen), tahun 2024 sekitar 5 persen.
“Dan di tahun 2024–2025 melambat hingga 2,50 persen. Sehingga, perlambatan ini menjadi perhatian serius karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah,” paparnya.
Oleh karenanya, permasalahan ini menjadi salah satu prioritas, lanjut Otto, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di tahun 2026 untuk melakukan identifikasi terkait dengan kendala pertumbuhan kredit di sektor UMKM.











